Saturday, August 23, 2014

-My Name Is Khan, and I Love You :3



Wuaaah ini film yang udah lama banget gue tonton dan tiba-tiba ingat gue pernah screenshoot kata-kata Khan yang dia tulis dalam notebooknya saat Khan lagi duduk di halte. Setelah gue cari-cari, bongkar-bongkar file, baru gue ketemu screenshoot diatas. Setelah kalimat “My Name is Khan, and I am not terrorist”, kalimat diatas menjadi kalimat favorit gue. Kemudian kalimat “Maukah kau memelukku? Dua menit?”


Walaupun filmnya sedikit menye-menye pada beberapa adegan, dan terlalu heroik sampai-sampai terasa ganjil, tapi film ini tetap bisa dinikmati dan membuat emosi naik turun—khas India lah. Ada perasaan yang hangat melihat seseorang yang terkena syndrom asperger melakukan sesuatu dengan sangat tulus tidak peduli apakah itu konyol dan tidak masuk akal bagi orang lain, dan perasaan ‘berlarut-larut’ saat melihat Mandira kehilangan anaknya Shameer. Btw, Shameer ini manis juga :3 dan perasaan bangga saat Khan bisa menyampaikan kata pamungkas dalam film ini. Pesannya banyak karena perspektif disini juga banyak, salah satunya malah tak biasa, yaitu perspektif Khan sendiri. Sampai susah gue menerjemahkan makna dan pesan yang gue tangkap dalam bentuk kata-kata. Setelah nonton film ini malah lebih banyak gagasan yang mucul dalam kepala gue.

          Sebenarnya gue lagi gak  niat review. Dan paragraf diatas juga bukanlah review. Itu hanya komentar gue tentang film yang sudah gue tonton bertahun-tahun lalu itu. Gue hanya ingin menampilkan screenshoot diatas. Berhubung—yah mungkin gue aja yang menghubung-hubungkan, namanya juga cewek bawaannya kan perasaan—semua yang ditulisnya langsung nyentil gue saat pertama kali nonton dulu—bahkan sampai sekarang. Dan basa-basi yang terlalu panjang untuk sekadar menampilkan sebuah screenshoot film lama, bukan? -__-


Dan situasi pada screenshoot diatas bukan hanya dialami oleh penderita syndrome asperger saja. Bukankah hal yang diatas lumrah dan klise sekali terjadi pada kehidupan orang-orang biasa seperti kita. Kalau cowok gak bisa nembak, yang cewek biasanya juga cuma suka mendam hehe :3

Tapi aku dapat menuliskannya dengan mudah.

Setuju deh sama kamu, Khan. Semoga kamu bisa menyampaikannya suatu saat pada Mandira. Dan aku juga bisa menyampaikannya pada... ngg... pada... orang yang pantas tentunya hahaha :D

2 comments: