Wednesday, October 19, 2016

"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang di dalam hatimu..." (QS. Al-Isra : 25)

Genggam kuat-kuat keyakinan kita akan Allah di hati kita, pe. Gapapa. Ada Allah bersama kita. Ada Allah dalam setiap perjuangan kita. Ada Allah yang akan melihat bagaimana setiap harinya kita bergerak, kita maju, kita mencoba menyembuhkan. Ada Allah yang mengerti apapun yang tak bisa kita terjemahkan dalam hati kita, yang mendengarkan sekalipun dalam setiap simpuhan sepi, tidak lagi kata-kata yang bisa keluar, tidak ada lagi yang mampu diucapkan selain 'Allah...'.

Masih ada Allah bahkan di saat seluruh dunia tak lagi sudi menghiraukan keberadaan kita. 

Biarlah di mata manusia buruk dan hina kita, tapi di hadapan Allah, Allah sudah melihat seberapa besar kita berjuang mengusahakan yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun dengan hanya satu senyuman, satu sapaan, satu tindakan, satu titik air mata yang ditahan, ataupun sepatah doa yang diucapkan berulang-ulang, latah, tak bosan-bosan.

Biarlah macam manusia yang salahnya tak termaafkan di hadapan dunia, tapi di mata Allah, Allah sudah mengetahui seberapa memohonnya kita atas setiap ampunan untuk setiap dosa dan kesalahan yang kita perbuat.

Ada Allah, pe. Dan cukupkanlah Allah saja dalam hatimu. 

Sunday, October 16, 2016

Setelah mencari ke seluruh sudut kamar.. .


:3

Sarapan uyelalala di Minggu pagi. Mengumpulkan semua yang tersisa di kamar kos. Alhamdulillahirrabil'alamin 😂😂

In frame: teh manis panas, roti marie kepingan kepingan terakhir, coklat collata potongan terakhir, dan madu TJ cap agnesmonica *loh  ðŸ˜‚

Ini sarapanku, mana sarapanmu?

Saturday, October 15, 2016

Review Novel: Hujan (Tere Liye), Selamat Musim Hujan!







Judul Buku
Hujan
Penulis
Tere Liye
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Tebal
318 halaman
Tahun terbit
Februari 2016 (cetakan ketujuh)
Harga
Rp 68.000, 00
Toko
Gramedia Pekanbaru


Ada yang sudah membaca Novel Hujan karya Tere Liye ini? Novel ini sudah cukup fenomenal di kalangan para pengemarnya bahkan sebelum terbit. Tere Liye sempat memberikan sedikit sneak peek yang membuat penggemarnya penasaran untuk segera membeli novel Hujan setelah terbit nantinya.

Friday, October 14, 2016

Cerita Cinta (Mash Up Song, Kahitna) oleh Prawita Mutia

Cerita Cinta (Mash Up Song, Kahitna)


kadang ingin aku bertemu      // Cinta Sudah Lewat
membagi waktu yang terlalui
sukar kusadari
ku tak boleh mengingini

walau mentari terbit di utara // Cantik
hatiku hanya untukmu

tanpamu. cinta tak berarti // Cinta Sudah Lewat
cinta sudah lewat
tak kukira kan begini
dengarkanlah. kau tetap terindah // Engga Ngerti
meski tak mungkin bersatu
kau selalu ada di langkahku


“Saya dalam posisi sudah ikhlash. Kalau ada dendam di saya, saya sakit. Bisa stress saya”

-Antasari Azhar, dalam Kick Andy
Januari 2015

Friday, August 19, 2016

"So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promised He will always be there"

"So when you lose your way
To Allah you should turn
Cause as He promised He will always be there"

***

Hasbunallah wa ni'mal wakiil!
Cukuplah Allah satu-satunya penolong bagiku.
Apalah guna kehadiran kita dalam kehidupan seseorang kalau hanya akan menyusahkan hatinya dengan tingkah laku kita, yang sebenarnya masih bisa kita kendalikan

Wednesday, August 17, 2016

#BOTD : Breakfast of The Day╭(^▽^)╯

We don't need caption. We only need to eat them all :3

Satu kotak Ultra Milk Coklat Low Fat 250 ml, satu botol You-C1000 edisi Manchester United (Yey!) 500 ml dan satu kotak Roti Jala Kuah Santan.

Gak penting banget kan?(-_\)

Tapi berhubung gue bahagia, ini jadi penting banget.

Btw, ini salah satu cara memerdekakan diri dari tuntutan skripsi. Karena mengerjakan skripsi butuh energi. Sebagian besar energi habis di depan laptop buat berpikir dan menganalis. Dan sebagian (besarnya) lagi energi habis buat menjawab pertanyaan 'kapan wisuda', 'mana pendamping wisuda', ataupun 'skripsi udah sampai mana'. Haha. Sampai mana? Sampai udah nyerah dan mau nikah aja rasanya.(/.\)

udah gitu aja. Selamat sarapan teman teman. Ini sarapanku, mana sarapanmu?



-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Monday, August 15, 2016

Malah 'Seperti Ini'

Setelah lama tidak ada 'kabar',
setelah constantly checking tiap hari 'tanpa hasil',
setelah sedemikian risau tanpa tahu harus 'berbuat' apa..

kabar pertama yang aku dapat malah 'seperti ini'.

Ya Allah, ke-alay-an macam apa lagi yang menimpa hamba?(/。\)



*sumpah ini iseng banget muahahaha (≧∇≦)/

-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Sunday, August 14, 2016

Karena Saya Perempuan, Oleh Karena Itu...

Suatu hari bersama partner.

Saya : "Abang ngapain lah celana pendek gini aja harus merek Rei? Celana pendek doang ini.
Dia    : "Putri itu perempuan, gak bakalan ngerti.
Saya : "Hah??" 😲



-------------------

Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Saturday, August 13, 2016

Kalau Diizinkan Peduli

Instagram caption of lolanyunyu


Kita mungkin memang tidak pernah menyilangkan jari, karena kita tidak pernah menyentuhkan jari kita satu sama lain. Kita memang tidak pernah berjanji "selalu ada karena Allah", karena yang berjanji seperti itu hanyalah aku, dan bukannya kamu. Kita tidak mungkin saling mendekap, karena memang agama kita tidak mengizinkan untuk itu.

Dan aku tidak mengharapkan janji apapun dari kamu.

Tapi jika diizinkan, sungguh itulah yang akan aku lakukan. Aku tidak peduli lagi dengan tetek bengek hidupmu yang Masya Allah sekali, sulit dimengerti.  Aku tidak peduli lagi seperti apa lawakan yang bisa membuatmu tertawa. Aku tidak peduli lagi jika kamu tiba tiba canggung atau cenderung sarkas, atau menganggapku tidak ada. Aku tidak peduli. Tidak ada bedanya bagiku. Tapi aku tetap tak bisa berhenti peduli saat kamu sedang kesulitan, tidak bisa mencegah diri untuk tetap peduli saat kamu sakit, tidak bisa pura-pura tidak tahu saat sesuatu yang buruk terjadi padamu.

Aku mungkin tidak peduli lagi apapun yang membuatmu bahagia, karena kamu bisa mencarinya pada semua orang, semua gaya hidup, semua tempat. Maka kamu tidak membutuhkannya dariku, begitu pula aku yang cara berbahagianya beda darimu, maka aku tidak perlu mencarinya darimu. Dan aku benar-benar baik baik saja dengan kondisi seperti ini.

Tapi aku tidak bisa berhenti peduli jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Entah bagaimana tangan akan menggapai, entah bagaimana doa akan sampai, entah bagaimana usaha menolongmu bisa tercapai.

Kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu, dan jika memang diizinkan peduli, sungguh itu yang ingin aku lakukan.

***

Which one: this is fiction or no?


-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D
Terimakasih Allah untuk beberapa bulan terakhir ini. Saya benar benar bahagia bisa diberikan kesempatan merasakan hal hal seperti ini di waktu yang sangat tepat. Saya bahagia untuk apapun yg sudah saya jalani, untuk apapun yang saya raih, atau yang dapat saya pahami akhir akhir ini. Saya juga bahagia bisa memiliki hal hal yang saya pikir tidak akan pernah bisa saya miliki, karena selama ini mereka terkubur jauh oleh yang namanya prioritas. Saya bersyukur sekali beberapa bulan ini saya dijauhkan dari rasa cemas yang biasanya saya rasakan. Saya bersyukur sekali ketika diberikan kesempatan merasa senang akan leganya bisa memenuhi keperluan tanpa kesulitan dan khawatir. Tapi semua ada batasnya. Kadang kita harus kembali seperti semula atau bersiap untuk kemungkinan lebih buruk. Walaupun hanya sementara, namun diberikan kesempatan yang sangat sekali sekali seperti ini benar benar membuat saya bahagia dan bersyukur, apalagi timing nya sangat tepat. Untuk yang sudah kita dapatkan, maupun untuk yang tidak mungkin rasanya kita dapatkan, tetaplah bersyukur. Semuanya sudah ditakar dengan sangat baik oleh Allah.
Alhamdulillahirabbil'alamin. Alhamdulillah ala kulli hal :))))

Sunday, July 17, 2016

Album Kedua Banda Neira!

Album Kedua Banda Neira!
“Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”



Ketemu di Rimbun Caffe, Jl. Kis Mangunsarkoro, Padang. Jauh-jauh pengen beli online ke Surabaya, ternyata dijual di caffe yang gak jauh dari rumah sendiri (di Padang). -_____- Caffenya manis banget dengan paduan konsep ‘coffebar’ dan ‘indiepeople’ tapi gak keliatan sengak so bawaannya nyaman aja disana. Sayangnya saya tidak bisa lama-lama karena sedang ada acara di caffe sebelah sama teman-teman lainnya.

Friday, July 15, 2016

Tentang Puisi 'Tuan dan Kematian'

Sedikit saja. 

Pertama, saya meragukan ini puisi atau bukan. Dalam artian, saya sendiri masih ragu menamai sebuah tulisan dengan label 'puisi'. Saya tidak tahu persis seperti apa pusi, mau bagaiamanapun semua orang, semua guru, dan semua buku menjelaskan pengertian pusi pada saya. Saya seolah seperti punya definisi lain mengenai puisi. Seperti ada yang mengendap, ada yang mengalir, ada yang 'punya nyawa', begitu abstrak dalam kepala dan hati saya, dan saya tak bisa terjemahkan dalam bahasa verbal biasa. Sekalipun saya sering sekali menuliskannya.

Mungkin ini bukan puisi. Hanya tulisan yang menyerupai puisi.

Tuan dan Kematian



Tuan, di kota penuh mimpi ini
kita sama-sama sudah mati
ingatkah kau saat malaikat pencabut nyawa berkali-kali ingin menyinggahi
namun katanya dia sedang sibuk menjemput
orang-orang laknat semacam kita yang
mengiba-ngiba meminta detik yang tak seberapa
karena, Tuan...
jantung kita yang menyusut dan
jasad kita yang mendingin
ingin diberi tahu seperti
apa rasanya dihidupkan sebuah perasaan yang
membuat penasaran akan
guncangan detakan, jika ia tersampaikan

Tuan, kematian tidaklah seberapa jika
dibandingkan kematian yang dulu kita  buat-buat dalam adukan
kopi yang tak pernah kita hirup berdua
dan kita biarkan mendingin sia-sia

Tuan, malaikat sudah menunggu
sudikah kiranya kau bicara?
kata-kata terakhir untuk kita (?)

Thursday, July 14, 2016

Ada yang Lebih Susah

Ternyata ada yang lebih susah daripada skripsi dan patah hati.

Yaitu, belajar membawa motor :D (╥﹏╥)

Tuesday, July 12, 2016

I'm fine. What about you? :))



I'm fine. I promise to another alien, I  promise to myself, I promise to Allah.
That's why I'm fine.

***

Bunga ini, tanpa berjanji saja dia yakin bahwa dia baik baik saja. Yakin siklus hidupnya sudah dijaga. Percaya bahwa tiap fase ada waktunya. Dan iklash bila layu menjadi takdirnya, rela pada kematian, bahkan saat dia berada dalam fase terbaiknya, saat sedang kembang-kembangnya.

Manusia bisa melakukan dengan lebih baik lagi.

Semangat.

Ada Allah bersama kita.

#edisigakjelas #yangpentingupdatedulu #laptopudahkonslet #gakbisadibukalagi #skripsididalamnya

Friday, June 24, 2016

Terimakasih untuk "Pemakan Segalanya"

"Nasinya gak usah diambil banyak banyak, nanti gak abis, tumisnya asin banget"

"Gapapa"

Nasi menggunung di piring. Saya cemas. Suapan pertama. Kunyahan pertama.

"Asin banget kan?"

"Iya" sambil menutup mata kuat-kuat dan mengerinyitkan muka. Saya jadi ikutan berkerinyit membayangkan asinnya.

Kemudian diam, tak ada komentar macam macam.

"Asin banget kan?" Saya memastikan lagi.
"Iya, asin". Kemudian masih melanjutkan makannya.

Tak lama gunungan nasi dan lauk yang sangat asin tadi sudah tandas tak bersisa. Habis tanpa sedikitpun keluhan tersisa.

"Lain kali kalau sakit gak usah masak"

Saya ingin bilang, membela diri: "Ini sih bukan karena sakit, teman satu itu nambahin royco dan dia gak tau aku udah nambahin garam sebelumnya"

Tapi untuk apa membela diri kalau dia sama sekali tidak menyalahkan?

"Iyaaa. Maaf keasinan"

"Gapapa. Makasih ya"

Monday, June 13, 2016

Semoga ini bukanlah keputusan yang akan kita sesali nantinya.

Selamat malam.
Semoga kita sama-sama bahagia dengan apapun yang sudah kita lewati sampai hari ini. Dan bahagia dengan yang tidak kita dapatkan sampai hari ini.

Wednesday, May 18, 2016

Padahal setiap hari aku katakan: hidup dan matiku hanya untuk-Mu.

Tapi diberikan sentilan sedikit saja, aku sudah merasa sangat berat dan kelelahan.

Apalah arti cobaan cobaan dalam hidup kita, kalau kita benar-benar mempersembahkan hidup dan mati hanya untuk Allah saja. Bukan demi ego duniawi kita. Bukan demi hal-hal yang mengecewakan kita jika tidak kita dapatkan. Bukan demi segala cita-cita dan citra kita di hadapan manusia.

Padahal setiap hari aku katakan: hidup dan matiku hanya untuk-Mu.

Hidup dan matiku pun bahkan bukan milikku. Lalu kenapa harus bersedih dengan kenangan buruk yang singgah sebentar saja, yang ternyata masih juga bukan milik kita?

Ada Allah, Pe. Sertakan Allah dalam setiap langkah. Kata  Mbak Lola, ingat setiap diberikan kesempatan dan kebahagian, berarti Allah yang memudahkan. Dan jika menemukan kesulitan, maka Allah juga yang akan menguatkan.




Friday, February 26, 2016

Pada Kopi

pada kopi yang tak pernah sanggup aku hirup
aku tumpahkan segala kepahitan akan
ketidaktahuan perasaan yang berdenyut-denyut mengerikan

lalu aku tanyakan padanya,

wahai kopi, mengapa engkau sudi
menjadi kepahitan yang dihirup oleh semua orang

tidakkah engkau malu?

Gelas itu mendekat dan berbisik

halus sekali

ini bukan perkara sudi atau tidak sudi, wahai anak gadis!
manusia yang justru candu berpahit-pahit hidup
sedangkan gula berlinang-linang di lidah ia butakan seolah-olah tak pernah merasa, seolah-olah tak pernah sengaja.

atas linangan gula yang engkau butakan, tidakkah engkau merasa malu?

atau hirup saja kopimu untuk merayakan
rasa malumu yang tak
pernah mau tahu menahu

Tuesday, February 9, 2016

Is it real or just another crush? #oldsong

I hung up the phone tonight
Something happened for the first time deep inside
It was a rush, what a rush
'Cause the possibility
That you would ever feel the same way about me
It's just too much, just too much
Why do I keep running from the truth?
All I ever think about is you
You got me hypnotized, so mesmerized
And I've just got to know

Do you ever think when you're all alone
All that we can be, where this thing can go?
Am I crazy or falling in love?
Is it real or just another crush?
Do you catch a breath when I look at you?
Are you holding back like the way you do?
'Cause I'm trying and trying to walk away
But I know this crush ain't goin' away-ay-ay-ay-ayy
Goin' away-ay-ay-ay-ayy

Friday, January 29, 2016

Long Time No See: Main Lompat Tali






Aaaaaaak, anak-anak SD ini sedang bermain lompat tali karet di halaman rumah kami (lebih tepatnya di depan kedai). Udah lama banget gak melihat pemandangan semacam ini, atau melakukan kegiatan seperti dalam pemandangan ini hahaha :')

Yang paling seru adalah ketika mendengar pengumuman bahwa guru akan rapat kemudian semua murid pada bersorak dari kelas satu sampai kelas enam, karena artinya mereka akan pulang cepat hari ini. It was seriously cool! :D

Udah lama juga gak bersorak sorak karena dengar pengumuman guru rapat biar bisa cepat pulang ahahaha jadi kangen (ËŠ▽Ë‹) 

Thursday, January 21, 2016

13.000 Pageviews of Journal Pea!!


Oomaygat. Gue gak nyangka, putri kecil kesayangan gue bisa bertahan ‘sejauh’ ini. Yah gak jauh-jauh amat sih. Cuma 13000 pageviews kok hehe. Blogger lain malah ada baru berapa bulan aja udah ratusan ribu pageviewsnya. Ini baru 13.000, dimana 10.000 diantaranya mungkin gue sendiri yang kunjungin. Biar sarang laba-labanya gak makin banyak karena jarang dikunjungi orang ahahaha. Apapun itu, gue pun tetap bahagia dengan ‘jauhnya’ pencapaian dari Journal Pea alias si Jo kesayangan gue ini. Umurnya udah hampir empat tahun. Sekarang lagi lucu-lucunya, udah pinter jalan (sama seseorang), udah pinter ngomong (soal hati), udah pinter membaca (perasaan) hahaha. Kalau Journal Pea beneran anak orang, udah waktunya didaftarin ke sekolah kali ya hahaha.

Saturday, January 16, 2016

(Katanya) Lagu Blues

Ngomong-ngomong nyanyi, pernah pas Uda yang baru aja belajar gitar blues lantas duduk di dapur dan spontan nyiptain lagu blues buat gue, yang isinya tentang gue dan kehidupan cinta gue yang terlalu pahit untuk jadi pembicaraan publik muahahaha.

 “Tapi hati adik sudah terpaut pada oraaaang… Orang Pariaman” satu-satunya lirik yang gue ingat, karena gue protes.

“Bukan orang Pariaman, Da. Dia Orang **************” *sensor level atas

“Oh.. salah” dia mengoreksi lagi, “Tapi hati adik sudah terpaut pada oraaaang… Orang  **************”

Hahahahaha :D

Wednesday, January 13, 2016

Prioritas

Makin besar makin saya merasa ternyata saya ini tidak mengerti apa apa, tidak mengetahui apa apa. Orang sudah koar koar bicara ini itu, saya malah tidak mengerti pembicaraan mereka. Saya masih sibuk dengan diri saya, sibuk menata hati agar tak tercecer kemana mana, sibuk dengan buku buku dan bacaan yang saya sukai saja. Sibuk yang tidak produktif. Berguna iya, penting barangkali juga iya, tapi tidak produktif.

Let's take our priority. (Segeralah) menjadi dewasa!

Tuesday, January 12, 2016

Cerita KKN: Manggung



Penampilan pembuka untuk LDK di MTS Nurul Iman, Kemuning Muda, Riau

Hahaha ini foto pas gue ‘manggung’ pertama kali setelah sekian tahun sejak kuliah gue gak pernah lagi nyentuh aktifitas musik dan tidak pernah bernyanyi lagi… kecuali di kamar mandi. Kecuali di acara-acara kampus yang microphone-nya gue bajak saat semua orang istirahat.

Lagu yang kami bawakan pada saat itu adalah Curi-Curi Pandang sambil berjalan masuk ke aula. Kemudian lagu Laskar Pelangi (Nidji) dan Jangan Menyerah (D'masiv). Suasana jadi haru dan heart melting setelah itu. Habis gue nyanyi, sepulang sekolah ada anak kelas delapan yang ngasih bunga entah apa kayaknya dicabut sembarangan di sekitar sekolah mereka yang memang banyak semak-semaknya =..= Bodo amat sama bentuk bunganya, yang penting apresiasinya :3 Berasa banyak fans. Atau jangan-jangan mereka fans-nya Hafiz yang ganteng dan Sandres yang petikan gitarnya yang membuat orang merasa aw-maybe-I’m-falling-in-love?

Parahnya, kayaknya mereka lebih banyak ngefans ke Afdal yang justru malah gak ngapa-ngapain. Walah. Nyanyi aja dia gak pernah.

“Kenapa gak ngefans sama Bang Hafiz aja? Kan gantengan Bang Hafiz” gue rada provokatif.
“Bang Afdal pendiam kak” kata mereka. Hahahaha. Gue ketawa, terus nyahut dalam hati. Belum pernah dibangke-bangke-in sih kalian.
 “Tapi Bang Agi juga lucu kak. Ganteng juga. Suara Bang Agi juga bagus”
“Abang Frans sama Bang Jep juga baik”
“Tapi kalau di rumah, aku suka diajarin sama Bang Rizki”
“Bang Ricko kenapa gak pernah keliatan, Kak?”
*Celotehan puber anak-anak SMP yang pada baper sama abang-abang KKN.

Memang dah anak-anak SMP jaman sekarang =..=


Oya, lanjut soal nyanyi.

Terharu banget ketika gue disuruh nyanyi saat itu. Rasanya udah lama gak bisa kayak beginian. Kalaulah bukan karena Bang Jefri yang pertama kali bilang suara gue ‘bagus’ saat gue lagi masak di dapur, kemudian didukung oleh Agi dengan bilang hal yang sama,

kalaulah bukan karena Rizki dan Sandres yang sabar mencarikan patokan nada untuk suara gue yang gak jelas nadanya ada dimana,

kalaulah bukan kerena Hafiz, Dian dan Oktri yang jadi partner gue nyanyi dan ‘latihan vocal’ dimana suara mereka juga pada bagus banget, dan mereka juga ikut mendukung untuk gue nyanyi

kalaulah bukan karena Afdal yang memasukkan gue ke tim yang akan ‘manggung’ saat LDK untuk anak-anak MTS,

mungkin gue masih tetap gak percaya diri (lagi) buat nyanyi. Seriously. Gue sempet diolok-olok abis sama bang Joni dan Bang Rian ketika gue gak sengaja nyanyi dengan serius. Mereka berlagak juri yag lagi liat peserta audisi. “Kalau aku sih YES aja. Untuk lagu kematian kayaknya cocok yaa” atau sempat dibilangin, “Pea ikut aubade enam tahun? Aku gak pernah loh mendengar suara Pea sebagai suara yang bagus untuk nyanyi. Nyanyi aja banyak alaynya”. Paling parah, “Udahlah Pea jangan nyanyi lagi. Geli aku dengarnya”.  Ini serius paling ngenak banget. Setelah itu, selain untuk seru-seruan alay gak jelas, gue gak mau lagi nyanyi baik-baik depan umum.

Becanda sih ngomongnya. Tapi tetap mati karakter dah gue dibuatnya.


Dokumentasi seadanya dengan gadget seadanya -..- Muka gue kok kayaknya susah banget -..-


Gue tau ketika mereka bilang, “Nanti kalau kita udah balik ke Pekanbaru, expo di fakultas manapun, kita harus manggung yaa. Janji yaa?”, kemungkinan besar sulit tercapai karena kami akan kembali pada kesibukan masing-masing.  Tapi itu sudah cukup membuat gue merasa bisa dipercaya untuk nyanyi. Sekalipun Sandres bilang, kalau mau mencari nada untuk Pea di piano, maka nada untuk Pea dicari dari tuts hitam. Atau lebih baik gak diiringi alat musik, katanya. Good listening, but weird. Bodo amat. Gue sudah sangat-sangat-sangat bersyukur bisa nyanyi dan latihan sama mereka.

It’s not about being good when you’re singing, it’s about being good listened by some people. *And it’s really enough (for my level haha)

Latihan lagi di kantin menjelang 'manggung' :D

Btw soal KKN, sebenarnya dari kemaren-kemaren gue udah pengen posting banyak hal tentang KKN. Beberapa ada yang udah gue jadiin draft. Entah itu tentang anak-anak desanya, kejadian-kejadian lucu dan gak masuk akal di posko (alias rumah KKN-nya), menu masakannya, lagu-lagunya, 17 agustusannya, bakar ayam ‘ala tentara’ tengah malam, ulang tahun Frans, drama kumbara gue menjelang bikin LPJ (gue sekretaris. Bangke memang). Namun berhubung gue mengalami baper yang cukup mendalam saat meninggalkan desa, gue rasa gue butuh menata hati terlebih dahulu sampai akhirnya gue bisa nulis dan posting hal ini dengan hati yang ringan*halah.­­­­

So untuk sementara ini dulu. Nanti kalau ada yang lain, gue posting lagi. See you! Chao :D

Let’s forget our area codes
The way we speak
Or how we wear our clothes
It doesn’t matter to me
Just like a song
Music knows no boundaries
No colouring books or family trees
So won’t you sing along

(Oreo-Sing with Me feat Zee Avi, GAC, Up Dharma Down)