"Nasinya gak usah diambil banyak banyak, nanti gak abis, tumisnya asin banget"
"Gapapa"
Nasi menggunung di piring. Saya cemas. Suapan pertama. Kunyahan pertama.
"Asin banget kan?"
"Iya" sambil menutup mata kuat-kuat dan mengerinyitkan muka. Saya jadi ikutan berkerinyit membayangkan asinnya.
Kemudian diam, tak ada komentar macam macam.
"Asin banget kan?" Saya memastikan lagi.
"Iya, asin". Kemudian masih melanjutkan makannya.
Tak lama gunungan nasi dan lauk yang sangat asin tadi sudah tandas tak bersisa. Habis tanpa sedikitpun keluhan tersisa.
"Lain kali kalau sakit gak usah masak"
Saya ingin bilang, membela diri: "Ini sih bukan karena sakit, teman satu itu nambahin royco dan dia gak tau aku udah nambahin garam sebelumnya"
Tapi untuk apa membela diri kalau dia sama sekali tidak menyalahkan?
"Iyaaa. Maaf keasinan"
"Gapapa. Makasih ya"
Friday, June 24, 2016
Monday, June 13, 2016
Wednesday, May 18, 2016
Padahal setiap hari aku katakan: hidup dan matiku hanya untuk-Mu.
Tapi diberikan sentilan sedikit saja, aku sudah merasa sangat berat dan kelelahan.
Apalah arti cobaan cobaan dalam hidup kita, kalau kita benar-benar mempersembahkan hidup dan mati hanya untuk Allah saja. Bukan demi ego duniawi kita. Bukan demi hal-hal yang mengecewakan kita jika tidak kita dapatkan. Bukan demi segala cita-cita dan citra kita di hadapan manusia.
Padahal setiap hari aku katakan: hidup dan matiku hanya untuk-Mu.
Hidup dan matiku pun bahkan bukan milikku. Lalu kenapa harus bersedih dengan kenangan buruk yang singgah sebentar saja, yang ternyata masih juga bukan milik kita?
Ada Allah, Pe. Sertakan Allah dalam setiap langkah. Kata Mbak Lola, ingat setiap diberikan kesempatan dan kebahagian, berarti Allah yang memudahkan. Dan jika menemukan kesulitan, maka Allah juga yang akan menguatkan.
Tapi diberikan sentilan sedikit saja, aku sudah merasa sangat berat dan kelelahan.
Apalah arti cobaan cobaan dalam hidup kita, kalau kita benar-benar mempersembahkan hidup dan mati hanya untuk Allah saja. Bukan demi ego duniawi kita. Bukan demi hal-hal yang mengecewakan kita jika tidak kita dapatkan. Bukan demi segala cita-cita dan citra kita di hadapan manusia.
Padahal setiap hari aku katakan: hidup dan matiku hanya untuk-Mu.
Hidup dan matiku pun bahkan bukan milikku. Lalu kenapa harus bersedih dengan kenangan buruk yang singgah sebentar saja, yang ternyata masih juga bukan milik kita?
Ada Allah, Pe. Sertakan Allah dalam setiap langkah. Kata Mbak Lola, ingat setiap diberikan kesempatan dan kebahagian, berarti Allah yang memudahkan. Dan jika menemukan kesulitan, maka Allah juga yang akan menguatkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)