Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

Tuesday, December 22, 2015

Ngomong-Ngomong Soal Simulasi Teknik Persidangan Hari Ini :D



Seharian tadi saya dan Indra melatih adik-adik di lembaga untuk teknik persidangan. Nah, namanya teknik persidangan rasanya tidak afdol kalau tidak simulasi. Dan simuasinya ini, seru seru seruuu sekali :D Saya juga senang kami disebut MOT dalam hal ini. Kurang lebih begitu lah. Well, lebih banyak kurangnya sih hahaha. But at least, Alhamdulillah simulasi berjalan efektif dan ‘menyenangkan’. Kadang-kadang kami memberikan contoh ekstrim, biar adik-adik ini pada ‘ngeh’. Indra sampai gelesotan di lantai demi menguji cara marah pimpinan sidangnya, demi mendapatkan protes dari peserta sidangnya. Saya juga sampai menyalah-nyalahkan alur, provokasi peserta sidang biar mau bicara dengan memberikan pesan sponsor dibelakang punggung mereka: ‘nanti-pas-membahas pasal tujuh bilang aja tidak sepakat trus rasionalisasinya begini, terus minta ganti redaksionalnya begitu, okeh?’, sampai memberikan opsi yang tak masuk akal. Biar pada mau ngomong dan protes gitu.

Thursday, December 3, 2015

Halo Oktober Tahun Lalu


Saya rasanya sudah tidak sebal lagi karena tidak bisa foto-foto dengan ‘adikmu’ tahun ini. Malah bersyukur. Kalau tahun lalu kita tidak foto-foto, kenapa tahun sekarang malah harus? Rasanya tidak adil untukmu. Lagipula tahun ini saya banyak di stand luar saja. Ditanya-tanya, diteror, dimarah-marah sama entah siapa, “Ini listrik gimana nih?” katanya. Rasa-rasanya pengen jawab, “Mas, saya gak punya listrik. Saya cuma punya nasi bungkus. Mau?” Untungnya saya tidak jawab seperti itu. Yah tidak masalah, saya juga tidak marah dibegitukan. Bagi saya itu hal itu sudah lewat begitu saja. Tidak sama dengan kamu  tahun lalu, setiap omongan orang jadi pukulan dan pelajaran. Jadi yah untuk apa? Untuk apa foto-foto dengan adikmu kalau berfoto denganmu saja tidak ada. Saya kan rindunya sama kamu. Mungkin bagimu tidak masalah, “Yaelah foto aja kali. Namanya juga momen happy-happy. Adik gue memang harus lebih keren dibandingin gue. Walaupun ketuanya gak ngebolehin gitu sih”



Yah mau gimana. Yang lebih keren memang adikmu. Tapi yang bikin jatuh cintanya itu kan kamu. Eaaa.



“Makanya Mbak. Minimal punya smartphone gitu. Biar bisa selfie-selfie sama nasi bungkus. Atau sama orang-orang yang minta listrik. Siapa tau jodoh”



Terima kasih Oktober tahun lalu. Kamu bukan hanya sekedar 'ada'. Kamu tetap yang paling membanggakan saya, yang paling membikin jatuh cinta hati saya. Ayo sama-sama kita putar lagi lagu daylight atau all of me pukul setengah tujuh pagi saat saya sedang menuruni tangga di podium penonton. Selamat menjadi kenangan!





Salam



Dari yang berlalu-lalang.





*Lagi gila bikin LPJ. Mangat!


Monday, May 18, 2015

Hello, blog!



Hello blog.

Now I just arrived at home, tired and hungry. Instead of sleeping and taking rest, I am looking at you. Typing on your page. I don’t know how far I am still fine now. I think, I’m  going to be crazy for everything that had happened before and for whatever probably going on after .. uh, uh. Exactly I don’t know the reason why I’m going to be crazy -..- Fajar has text me, warned about PKTI propose that should be ready to bring up tomorrow. At the same time, I have to finish my arch designing and make sure it’s gonna be awesome and beautiful as same as the others wish to me. At least, if the arch can standing without some problem, it’s really enough to me. No need being awesome and pretty, just standing effectively for a whole day, it’s enough. My challenge writing deadline haunts me every single time and feels like a big disappointment if I can’t finish these all. How could I say myself as writer and tellers of tales, if only for these challenge, I choose to giving up, without trying. How about college and KKN? Forget it. I will start to think about it, when the May has finished and June has started herself.

Everything has really fed me up .-.

Sunday, May 3, 2015

Luka Ini Kecil Saja…



Akhir-akhir ini saya mendapati kondisi tubuh saya sedikit kurang baik, meriang—apapunlah arti meriang itu. Semua persendian saya pegal-pegal, makan tidak enak, tidur apalagi. Saya sudah menduga darimana sumbernya. Beberapa luka—well, dalam artian sebenarnya hahaha—menganga lebar dan sedang dalam tahap proses penyembuhan awal. Tahu sajalah seperti apa luka yang masih fresh dan kondisinya belum begitu baik. Apalagi kalau lukanya ada di lutut (paling parah) dan di siku. Tempat-tempat paling strategis untuk memperlama penyembuhan luka. Belum lagi ditambah beberapa memar dan luka-luka kecil lainnya. Saya tidak tahu ternyata kondisi saya sampai separah itu, dan pada hari itu saya masih happy-happy saja dengan segala macam aktifitas. Sampai baru nyadar satu hari setelahnya, “Kok sampai begini banget?” -__- Dan sambil membereskan tetek bengek luka-luka ini saya justru kepikiran banyak hal.

Thursday, March 12, 2015

Ngelunjak: 24 SKS vs 61 SKS




Gue sempat heran ke diri sendiri yang kemaren ini heboh dan alay banget sama ‘padatnya jadwal kuliah. Halah, padahal kuliah gue paling-paling ‘cuma’ 24 sks per semesternya. Masih mending banget semester gue udah mau habis teori, jadi jadwal agak longgar sedikit. Gak tau musti alhamdulillah atau nauzubillah. Alhamdulillah dong, tau-tau udah tahun tiga aja, tau-tau udah mau kelar aja semua teori. Nauzubillah-nya? Berarti gue musti segera proposal dan nyusun skripsi abis ini. Pasti kuch-kuch hotahai banget berat badan gue beberapa bulan ke depan.

Thursday, January 29, 2015

Sedikit Tentang Penghujung Semester Lima



Alhamdulillah. IP gue gak seburuk yang gue bayangkan. Masih sangat-sangat pantas untuk disyukuri mengingat betapa seringnya gue jadi zombie semester ini. Gak tidur, gak makan, tugasnya kejar-kejaran. Turun sih sedikit. Tapi gue masih kecewa kenapa turunnya justru karena dua mata kuliah kesayangan ini? Dengan dosen yang cerdas ini? Dosen yang sama untuk dua mata kuliah yang selalu bersemangat gue ikuti kelasnya.

Saturday, November 8, 2014

Semangat Untuk Backpackeran!



Dikutip dari buku best seller international: La Tahzan yang ditulis oleh Dr. ‘Aidh al-Qarni halaman 167-168:


Anda Harus Keluar di Bumi Allah yang Luas Ini
Seorang bijak bestari mengatakan, “Perjalanan akan menghilangkan kesedihan.”
Al-Hafizh Ar-Ramhurmuzi dalam bukunya Al-Muhaddits al-Fashil menjelaskan faedah perjalanan yang bertujuan menuntut ilmu dan mencari kenikmatan. Buku itu ditulis sebagai bantahan atas orang yang tidak suka melakukan perjalan untuk menuntut ilmu, dan bahkan mencelanya. Dia menulis sebagai berikut:

Wednesday, June 25, 2014

Masih Tetap Belajar Namanya, kan?


Harusnya saya belajar sekarang. Tapi saya juga harus menulis. Maka baiklah.

Saya yakin bahwa apa yang saya pilih dan saya jalani sekarang adalah atas dasar Allah yang menuntun serta mengarahkan. Tugas saya adalah menjalani dan merasakan. Selebihnya ikhlaskan semuanya hanya karena Allah. Cukup hanya karena Allah.

Sekarang saya dihadapkan pada kondisi yang sulit.