Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Friday, December 31, 2021

[Review Buku] "Goodbye, Things, Hidup Minimalis ala Orang Jepang" (Fumio Sasaki): Awali Tahun Baru dengan Melepas yang Tidak Perlu

Halo teman-teman semua. Saya rasa review buku Mega Best Seller dari Fumio Sasaki kali ini cocok untuk mengawali tahun baru sekaligus untuk membantu kita melepas yang sudah terjadi di tahun ini. “Goodbye, Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang” ini menjabarkan secara detail mengapa kita perlu berpisah dengan barang-barang yang tidak kita butuhkan sekalipun barang tersebut masih kita inginkan.

Saturday, October 15, 2016

Review Novel: Hujan (Tere Liye), Selamat Musim Hujan!







Judul Buku
Hujan
Penulis
Tere Liye
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Tebal
318 halaman
Tahun terbit
Februari 2016 (cetakan ketujuh)
Harga
Rp 68.000, 00
Toko
Gramedia Pekanbaru


Ada yang sudah membaca Novel Hujan karya Tere Liye ini? Novel ini sudah cukup fenomenal di kalangan para pengemarnya bahkan sebelum terbit. Tere Liye sempat memberikan sedikit sneak peek yang membuat penggemarnya penasaran untuk segera membeli novel Hujan setelah terbit nantinya.

Friday, October 14, 2016



“Saya dalam posisi sudah ikhlash. Kalau ada dendam di saya, saya sakit. Bisa stress saya”

-Antasari Azhar, dalam Kick Andy
Januari 2015

Tuesday, December 29, 2015

Mengupayakan kebahagiaan orang-orang di sekitarmu tidak akan terasa konyol, kalau kamu tahu fokus. Fokus pada alasanmu melakukannya. Masih Allah-kah alasanmu?

*nampar diri sendiri


Saturday, December 26, 2015

Apa Kabar? Aku Baik-Baik Saja :))


 

Kata-kata diatas saya temukan di tumblr-nya Mbak Prawita Mutia. Kalau Mbak Prawita Mutia alias Mbak Uti (begitu panggilannya, sama kayak aku :3) ini nanya ke aku pertanyaan yang sama, mungkin aku jawab, kayaknya gak kepikiran sampai kesana deh.

Yaelah trus kenapa postingan ini sampai ada? =..=

Saya memang gak kepikiran untuk menghindari sapaan “Apa kabar?” demi tidak berbohong dengan menjawab baik-baik saja. Tapi yang paling saya ingat adalah—dulu—pada keadaan-keadaan tertentu yang bisa dikatakan keadaan yang tidak baik, saya memang tidak bisa ditanya-tanya apalagi didesak dengan pertanyaan semacam: “Ada apa?” atau “Kamu kenapa?” Wuah, bisa-bisa langsung meledak saya. Jika sekali saja ditanya, apalagi dengan didesak-desak, maka makin kuat dorongan saya untuk merasa lemah, lantas tak terbendunglah hujan dan  badai air mata yang merepotkan saya hari itu. Juga merepotkan bagi yang ‘sial’ bertanya. Padahal kalau tidak ditanya, saya masih akan tetap baik-baik saja. Masih bisa tertawa, masih bisa makan, masih bisa belajar, bikin tugas, jalan-jalan. Masih bisa bersikap layaknya orang normal, sejauh tidak ada yang menanyakan pertanyaan sensitif tadi. Karena toh kita semua bertanggung jawab untuk bersikap normal dan biasa-biasa saja pada orang-orang di sekitar kita, sekalipun gemuruh dan badai sedang mengacaukan hati kita di saat yang sama. Ya ampun, kayak alay tersakiti aja =..=

Tuesday, December 22, 2015

Masih Di Simulasi Sidang : Hati Yang Baik



Masih di simulasi sidang dimana saya dan Indra menjadi MOT-nya. Di akhir simulasi saya bicara begini pada Indra.

“Ndra. Harusnya aku dari dulu berbesar hati untuk menerima orang-orang di sekitar aku, orang-orang yang bekerja sama dengan aku. Harusnya aku berbesar hati mau mengakui kesalahan sendiri, yang tidak bisa menerima mereka ini. Tapi udah telat kali rasanya aku mau berbesar hati. Harusnya bagaimanapun sikap mereka, aku harus maklum kan? Mereka kan juga gak sengaja bermaksud begitu.”

Lantas Indra yang (sok) bijak ini bilang,

“Pea, hati yang baik salah satunya hati yang mau memaafkan. Pea maafkan saja mereka, pea maafkan juga diri pea sendiri. Kan pada dasarnya gak ada yang berniat saling menyakiti disini. Cuma memang sudah begini adanya keadaan yang ada”

Tuesday, December 15, 2015

Kepercayaan yang Besar

Allah akan menitipkan masalah ataupun ujian pada yang Dia percayai saja kan? Yang Dia percayai untuk dapat lebih dekat dengan-Nya dengan menjadi kuat bersama ujian yang diberikan padanya

Semangat buat kita yang sedang diberi kepercayaan yang besar. Bersama kepercayaan yang besar juga dititipkan kekuatan yang besar. Insya Allah. Amin :)

Friday, December 11, 2015

Resensi Novel: Pulang (Tere Liye)


Judul Buku : Pulang
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Tebal : 400 Halaman
Tahun Terbit: September 2015
Harga: Rp 71.500, 00
Toko Buku: Gramedia Pekanbaru
Rating: 4/5



Aku bersiap melakukan pertarungan hebat yang akan dikenang. Hari saat aku menyadari warisan leluhurku yang menakjubkan, bahwa aku tidak lagi mengenal definisi rasa takut.

Don’t judge a book by it’s cover (atau judulnya) kayaknya memang cocok untuk novel satu ini. Alih-alih bernuansa sendu-sendu romantis yang diatmosferkan dari kata Pulang, novel ini justru hadir dengan nuansa petarung yang penuh action dan intrik-intrik politik antar keluarga dunia hitam yang seru dan tragis. Dunia hitam merupakan sebutan bagi shadow economy, yaitu ‘sistem’ ekonomi bawah tanah yang rapi, sistematis, terjalin ke berbagai arah dengan sangat kuat. Mereka mengendalikan sistem yang tampak tanpa pernah terlihat tampak.  Nyaris semua sektor perekonomian di dunia ini dikendalikan oleh mereka yang berada dalam shadow economy.

Monday, December 7, 2015

WIN (by Silvany Dewita)


Aniiii.. aniiiiiii. I don't know how much I should say thank's to you. Maybe we have same feeling about everything that happened last years. Maybe same feeling, but different level. I think you're the higher than me. Insya Allah. Today I'm feeling so down, like there is no confident, wanna give up after my-every-trial-and-error. But the right time always comes for the right moment. I'm reading your post at the right time, when I just arrive at my room then desperately crying. My fingers typing something on search engineering, take me to your page without I realize. Then I realize something when I read WIN, that post exactly describe what I'm feeling and what I have to feeling after. The moment when I realize what I'm feeling and I'm thinking is supported by you, that's kinda of 'WIN' too for me. Thankyou thankyou thankyou so much, Ani. Maybe you write something for reminding yourself, but just for you know, (maybe) there is so many people who feeling better after read this post. Insya Allah, and it will be reward (pahala) too for you. May Allah blessing you as always :))

Keep spirit!
Stand again, no matter how bad life treat you.

(I know Any, or Silvany Dewita since I was senior high school. We were graduated of SMAN 10 Padang. She was  X.7 and I was X.5. Now she is student of Enviromental Engineering program, ITB, West Java)


Saturday, December 5, 2015

perhaps the reason I write much, is because I don't talk enough.

-pm

Wednesday, December 2, 2015

"Karena mengetahui dan menyadari bahwa sebuah hal yang begitu menyakitkan hati adalah ketetapanNya, akan menenangkan dan melegakan hatimu."
(Tia Setiawati)

Ayo Bersyukur!

 
 
"Jangan berlomba-lomba dalam menjadi bahagia. Berlomba-lombalah menjadi bersyukur. Sebab pangkal kebahagiaan adalah rasa syukur. Sebab dunia selalu mengecewakan kecuali bagi mereka yang bersyukur.
Berlomba-lombalah bersyukur dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain."
(Prawita Mutia)


so, you! wake up, then moving up!