Halo teman-teman semua. Saya rasa review buku Mega Best Seller dari Fumio Sasaki kali ini cocok untuk mengawali tahun baru sekaligus untuk membantu kita melepas yang sudah terjadi di tahun ini. “Goodbye, Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang” ini menjabarkan secara detail mengapa kita perlu berpisah dengan barang-barang yang tidak kita butuhkan sekalipun barang tersebut masih kita inginkan.
Showing posts with label wake up!. Show all posts
Showing posts with label wake up!. Show all posts
Friday, December 31, 2021
Friday, April 7, 2017
Galeh House: Alternatif Games Cafe Seputaran Kampus UR
Gila udah lama banget
gue gak ngapdet blog.
Kayaknya gue kemaren kelamaan
move on dan sekarang kelamaan revisi skripisi sehingga keliatannya kayak lagi sok-sok an
mengisolasi diri dari dunia wahahaha. Baik itu dunia nyata maupun dunia maya
-___- Tapi berhubung pada waktu itu gak ada yang peduli dan gak ada yang
nyariin, sebagai manusia sosial (media) biasa, akhirnya gue gak tahan dong buat gak
buka instagram, yang akhirnya membuat gue kembali mengaktifkan semua social
media, dan ngeliat seberapa banyak orang-orang nyariin gue.
Ternyata tetap gak ada
yang nyariin.
Fiuuh -___-
Tapi berbekal keyakinan
bahwa eksistensi gue sebagai manusia tidak digantungkan pada sosial media dunia
maya, gue pun gak ambil pusing banget. Toh semuanya sudah kembali baik-baik
saja dan semua orang sudah bahagia-bahagia saja wahahaha *ketawa getir *sudah move on *tapi masih skripsi *ya Allah.
Btw, gue mau nulis soal
tempat makan baru di sekitar Universitas Riau, kampus Panam. Sebenarnya gue merasa
selalu ada tempat makan baru terus di sekitaran kampus gue, berhubung sekarang
ini era-eranya café-café unyu nan fotoable dan upload-able bisa berada
dimana-mana. Kali ini gue bahas café yang gue kunjungi beberapa waktu yang
lalu: Galeh House. Berada di Jalan
Balam Sakti, sekitar 300-an meter dari arah jalan Soebrantas, masih sejajaran
sama pagar samping RSJ Tampan.
Labels:
cafe,
hobi,
Pekanbaru,
random,
review,
sharing,
skripsi,
tahun baru,
teman,
wake up!,
wish
Posted by
Journal Pea
at
12:33 AM
No comments:
Wednesday, October 19, 2016
"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang di dalam hatimu..." (QS. Al-Isra : 25)
Genggam kuat-kuat keyakinan kita akan Allah di hati kita, pe. Gapapa. Ada Allah bersama kita. Ada Allah dalam setiap perjuangan kita. Ada Allah yang akan melihat bagaimana setiap harinya kita bergerak, kita maju, kita mencoba menyembuhkan. Ada Allah yang mengerti apapun yang tak bisa kita terjemahkan dalam hati kita, yang mendengarkan sekalipun dalam setiap simpuhan sepi, tidak lagi kata-kata yang bisa keluar, tidak ada lagi yang mampu diucapkan selain 'Allah...'.
Masih ada Allah bahkan di saat seluruh dunia tak lagi sudi menghiraukan keberadaan kita.
Biarlah di mata manusia buruk dan hina kita, tapi di hadapan Allah, Allah sudah melihat seberapa besar kita berjuang mengusahakan yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun dengan hanya satu senyuman, satu sapaan, satu tindakan, satu titik air mata yang ditahan, ataupun sepatah doa yang diucapkan berulang-ulang, latah, tak bosan-bosan.
Biarlah macam manusia yang salahnya tak termaafkan di hadapan dunia, tapi di mata Allah, Allah sudah mengetahui seberapa memohonnya kita atas setiap ampunan untuk setiap dosa dan kesalahan yang kita perbuat.
Ada Allah, pe. Dan cukupkanlah Allah saja dalam hatimu.
Friday, October 14, 2016
Thursday, January 21, 2016
13.000 Pageviews of Journal Pea!!
Oomaygat. Gue gak nyangka, putri
kecil kesayangan gue bisa bertahan ‘sejauh’ ini. Yah gak jauh-jauh amat sih. Cuma
13000 pageviews kok hehe. Blogger lain malah ada baru berapa bulan aja udah
ratusan ribu pageviewsnya. Ini baru 13.000, dimana 10.000 diantaranya mungkin
gue sendiri yang kunjungin. Biar sarang laba-labanya gak makin banyak karena
jarang dikunjungi orang ahahaha. Apapun itu, gue pun tetap
bahagia dengan ‘jauhnya’ pencapaian dari Journal Pea alias si Jo kesayangan gue
ini. Umurnya udah hampir empat tahun. Sekarang lagi lucu-lucunya, udah pinter
jalan (sama seseorang), udah pinter ngomong (soal hati), udah pinter membaca
(perasaan) hahaha. Kalau Journal Pea beneran anak orang, udah waktunya didaftarin
ke sekolah kali ya hahaha.
Tuesday, January 12, 2016
Cerita KKN: Manggung
| Penampilan pembuka untuk LDK di MTS Nurul Iman, Kemuning Muda, Riau |
Hahaha ini foto pas gue ‘manggung’
pertama kali setelah sekian tahun sejak kuliah gue gak pernah lagi nyentuh
aktifitas musik dan tidak pernah bernyanyi lagi… kecuali di kamar mandi.
Kecuali di acara-acara kampus yang microphone-nya gue bajak saat semua orang
istirahat.
Lagu yang kami bawakan pada saat itu adalah Curi-Curi Pandang sambil berjalan masuk ke aula. Kemudian lagu Laskar Pelangi (Nidji) dan Jangan Menyerah (D'masiv). Suasana jadi haru dan heart melting setelah itu. Habis gue nyanyi, sepulang
sekolah ada anak kelas delapan yang ngasih bunga entah apa kayaknya dicabut
sembarangan di sekitar sekolah mereka yang memang banyak semak-semaknya =..=
Bodo amat sama bentuk bunganya, yang penting apresiasinya :3 Berasa banyak
fans. Atau jangan-jangan mereka fans-nya Hafiz yang ganteng dan Sandres yang
petikan gitarnya yang membuat orang merasa aw-maybe-I’m-falling-in-love?
Parahnya, kayaknya mereka lebih
banyak ngefans ke Afdal yang justru malah gak ngapa-ngapain. Walah. Nyanyi aja
dia gak pernah.
“Kenapa gak ngefans sama Bang
Hafiz aja? Kan gantengan Bang Hafiz” gue rada provokatif.
“Bang Afdal pendiam kak” kata
mereka. Hahahaha. Gue ketawa, terus nyahut dalam hati. Belum pernah dibangke-bangke-in sih kalian.
“Tapi Bang Agi juga lucu kak. Ganteng juga. Suara
Bang Agi juga bagus”
“Abang Frans sama Bang Jep juga
baik”
“Tapi kalau di rumah, aku suka
diajarin sama Bang Rizki”
“Bang Ricko kenapa gak pernah
keliatan, Kak?”
*Celotehan puber anak-anak SMP yang pada baper sama abang-abang KKN.
Memang dah anak-anak SMP jaman
sekarang =..=
Oya, lanjut soal nyanyi.
Terharu banget ketika gue disuruh
nyanyi saat itu. Rasanya udah lama gak bisa kayak beginian. Kalaulah bukan
karena Bang Jefri yang pertama kali bilang suara gue ‘bagus’ saat gue lagi
masak di dapur, kemudian didukung oleh Agi dengan bilang hal yang sama,
kalaulah bukan karena Rizki dan
Sandres yang sabar mencarikan patokan nada untuk suara gue yang gak jelas
nadanya ada dimana,
kalaulah bukan kerena Hafiz, Dian
dan Oktri yang jadi partner gue nyanyi dan ‘latihan vocal’ dimana suara mereka
juga pada bagus banget, dan mereka juga ikut mendukung untuk gue nyanyi
kalaulah bukan karena Afdal yang
memasukkan gue ke tim yang akan ‘manggung’ saat LDK untuk anak-anak MTS,
mungkin gue masih tetap gak
percaya diri (lagi) buat nyanyi. Seriously. Gue sempet diolok-olok abis sama
bang Joni dan Bang Rian ketika gue gak sengaja nyanyi dengan serius. Mereka berlagak juri yag lagi liat peserta audisi. “Kalau
aku sih YES aja. Untuk lagu kematian kayaknya cocok yaa” atau sempat
dibilangin, “Pea ikut aubade enam tahun? Aku gak pernah loh mendengar suara Pea
sebagai suara yang bagus untuk nyanyi. Nyanyi aja banyak alaynya”. Paling
parah, “Udahlah Pea jangan nyanyi lagi. Geli aku dengarnya”. Ini serius paling ngenak banget. Setelah itu,
selain untuk seru-seruan alay gak jelas, gue gak mau lagi nyanyi baik-baik depan umum.
Becanda sih ngomongnya. Tapi
tetap mati karakter dah gue dibuatnya.
| Dokumentasi seadanya dengan gadget seadanya -..- Muka gue kok kayaknya susah banget -..- |
Gue tau ketika mereka bilang,
“Nanti kalau kita udah balik ke Pekanbaru, expo di fakultas manapun, kita harus
manggung yaa. Janji yaa?”, kemungkinan besar sulit tercapai karena kami akan
kembali pada kesibukan masing-masing. Tapi itu sudah cukup membuat gue merasa bisa dipercaya untuk nyanyi. Sekalipun
Sandres bilang, kalau mau mencari nada untuk Pea di piano, maka nada untuk Pea dicari
dari tuts hitam. Atau lebih baik gak diiringi alat musik, katanya. Good listening, but weird. Bodo amat. Gue
sudah sangat-sangat-sangat bersyukur bisa nyanyi dan latihan sama mereka.
It’s not about being good when you’re singing, it’s about being good listened
by some people. *And it’s really
enough (for my level haha)
![]() |
| Latihan lagi di kantin menjelang 'manggung' :D |
Btw soal KKN, sebenarnya dari
kemaren-kemaren gue udah pengen posting banyak hal tentang KKN. Beberapa ada
yang udah gue jadiin draft. Entah itu tentang anak-anak desanya,
kejadian-kejadian lucu dan gak masuk akal di posko (alias rumah KKN-nya), menu
masakannya, lagu-lagunya, 17 agustusannya, bakar ayam ‘ala tentara’ tengah
malam, ulang tahun Frans, drama kumbara gue menjelang bikin LPJ (gue sekretaris.
Bangke memang). Namun berhubung gue mengalami baper yang cukup mendalam saat
meninggalkan desa, gue rasa gue butuh menata hati terlebih dahulu sampai
akhirnya gue bisa nulis dan posting hal ini dengan hati yang ringan*halah.
So untuk sementara ini dulu. Nanti
kalau ada yang lain, gue posting lagi. See you! Chao :D
Let’s forget our area
codes
The way we speak
Or how we wear our clothes
It doesn’t matter to me
Just like a song
Music knows no boundaries
No colouring books or family trees
So won’t you sing along
The way we speak
Or how we wear our clothes
It doesn’t matter to me
Just like a song
Music knows no boundaries
No colouring books or family trees
So won’t you sing along
(Oreo-Sing with Me feat Zee Avi, GAC, Up Dharma Down)
Tuesday, January 5, 2016
Ternyata...
Ternyata waktu, prioritas, kesibukan dan kedewasaan bisa mengambil banyak hal yang kita miliki. Termasuk teman-teman kita. Termasuk orang-orang kesayangan kita. Termasuk juga diri kita sendiri.
Tapi apapun yang kita pilih sekarang, seberbeda apapun jalan yang kita ambil, semoga baik aku maupun kamu selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kesehatan serta hati yang tenang. Suatu hari akan ada saatnya kita untuk 'reuni', ketika kita bisa menjadi 'kita' yang lama, ketika menjadi 'kita' yang dirindukan.
Berbahagialah dan tetaplah sehat.
Salam,
(yang selalu sayang padamu)
Labels:
cinta,
keluarga,
little thing,
teman,
wake up!,
wish
Posted by
Journal Pea
at
3:05 PM
No comments:
Friday, January 1, 2016
Old Files
![]() |
| hei, you ! |
![]() |
| not too special, but still lovable. I mean, you! |
![]() |
| awan-awan yang berpulang ke barat |
![]() |
| meranggas dari atas |
Universitas Riau, Pekanbaru. 06.22 PM
Mei 27, 2013
Tuesday, December 29, 2015
Mengupayakan kebahagiaan orang-orang di sekitarmu tidak akan terasa konyol, kalau kamu tahu fokus. Fokus pada alasanmu melakukannya. Masih Allah-kah alasanmu?
*nampar diri sendiri
*nampar diri sendiri
Tuesday, December 22, 2015
Masih Di Simulasi Sidang : Hati Yang Baik
Masih di simulasi sidang dimana saya dan Indra menjadi
MOT-nya. Di akhir simulasi saya bicara begini pada Indra.
“Ndra. Harusnya aku dari dulu berbesar hati untuk menerima
orang-orang di sekitar aku, orang-orang yang bekerja sama dengan aku. Harusnya aku
berbesar hati mau mengakui kesalahan sendiri, yang tidak bisa menerima mereka
ini. Tapi udah telat kali rasanya aku mau berbesar hati. Harusnya bagaimanapun
sikap mereka, aku harus maklum kan? Mereka kan juga gak sengaja bermaksud
begitu.”
Lantas Indra yang (sok) bijak ini bilang,
“Pea, hati yang baik salah satunya hati yang mau memaafkan. Pea
maafkan saja mereka, pea maafkan juga diri pea sendiri. Kan pada dasarnya gak
ada yang berniat saling menyakiti disini. Cuma memang sudah begini adanya keadaan
yang ada”
Tuesday, December 15, 2015
Kepercayaan yang Besar
Allah akan menitipkan masalah ataupun ujian pada yang Dia percayai saja kan? Yang Dia percayai untuk dapat lebih dekat dengan-Nya dengan menjadi kuat bersama ujian yang diberikan padanya
Semangat buat kita yang sedang diberi kepercayaan yang besar. Bersama kepercayaan yang besar juga dititipkan kekuatan yang besar. Insya Allah. Amin :)
Sunday, December 13, 2015
Hello (Adele)-Life should to going on, rite? So do I
Hello- Adele
Hello, it's me
I was wondering if after all these years you'd like to meet
To go over everything
They say that time's supposed to heal
But I ain't done much healing
I was wondering if after all these years you'd like to meet
To go over everything
They say that time's supposed to heal
But I ain't done much healing
Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
There's such a difference between us
And a million miles
And a million miles
Labels:
cinta,
lagu,
little thing,
random,
wake up!,
wish
Posted by
Journal Pea
at
11:42 PM
2 comments:
Monday, December 7, 2015
WIN (by Silvany Dewita)
Aniiii.. aniiiiiii. I don't know how much I should say thank's to you. Maybe we have same feeling about everything that happened last years. Maybe same feeling, but different level. I think you're the higher than me. Insya Allah. Today I'm feeling so down, like there is no confident, wanna give up after my-every-trial-and-error. But the right time always comes for the right moment. I'm reading your post at the right time, when I just arrive at my room then desperately crying. My fingers typing something on search engineering, take me to your page without I realize. Then I realize something when I read WIN, that post exactly describe what I'm feeling and what I have to feeling after. The moment when I realize what I'm feeling and I'm thinking is supported by you, that's kinda of 'WIN' too for me. Thankyou thankyou thankyou so much, Ani. Maybe you write something for reminding yourself, but just for you know, (maybe) there is so many people who feeling better after read this post. Insya Allah, and it will be reward (pahala) too for you. May Allah blessing you as always :))
Keep spirit!
Stand again, no matter how bad life treat you.
(I know Any, or Silvany Dewita since I was senior high school. We were graduated of SMAN 10 Padang. She was X.7 and I was X.5. Now she is student of Enviromental Engineering program, ITB, West Java)
Thursday, December 3, 2015
Halo Oktober Tahun Lalu
Saya
rasanya sudah tidak sebal lagi karena tidak bisa foto-foto dengan ‘adikmu’
tahun ini. Malah bersyukur. Kalau
tahun lalu kita tidak foto-foto, kenapa tahun sekarang malah harus? Rasanya
tidak adil untukmu. Lagipula tahun ini saya banyak di stand luar saja. Ditanya-tanya,
diteror, dimarah-marah sama entah siapa, “Ini listrik gimana nih?” katanya.
Rasa-rasanya pengen jawab, “Mas, saya gak punya listrik. Saya cuma punya nasi
bungkus. Mau?” Untungnya saya tidak jawab seperti itu. Yah tidak masalah, saya
juga tidak marah dibegitukan. Bagi saya itu hal itu sudah lewat begitu saja. Tidak
sama dengan kamu tahun lalu, setiap
omongan orang jadi pukulan dan pelajaran. Jadi yah untuk apa? Untuk apa
foto-foto dengan adikmu kalau berfoto denganmu saja tidak ada. Saya kan rindunya
sama kamu. Mungkin bagimu tidak masalah, “Yaelah foto aja kali. Namanya juga momen
happy-happy. Adik gue memang harus lebih keren dibandingin gue. Walaupun
ketuanya gak ngebolehin gitu sih”
Yah
mau gimana. Yang lebih keren memang adikmu. Tapi yang bikin jatuh cintanya itu
kan kamu. Eaaa.
“Makanya Mbak. Minimal punya smartphone gitu. Biar bisa
selfie-selfie sama nasi bungkus. Atau sama orang-orang yang minta listrik.
Siapa tau jodoh”
Terima
kasih Oktober tahun lalu. Kamu bukan hanya sekedar 'ada'. Kamu tetap yang
paling membanggakan saya, yang paling membikin jatuh cinta hati saya. Ayo
sama-sama kita putar lagi lagu daylight
atau all of me pukul setengah tujuh
pagi saat saya sedang menuruni tangga di podium penonton. Selamat menjadi
kenangan!
Salam
Dari
yang berlalu-lalang.
*Lagi
gila bikin LPJ. Mangat!
Subscribe to:
Posts (Atom)





