Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Friday, April 7, 2017

Galeh House: Alternatif Games Cafe Seputaran Kampus UR



Gila udah lama banget gue gak ngapdet blog.

Kayaknya gue kemaren kelamaan move on dan sekarang kelamaan revisi skripisi sehingga keliatannya kayak lagi sok-sok an mengisolasi diri dari dunia wahahaha. Baik itu dunia nyata maupun dunia maya -___- Tapi berhubung pada waktu itu gak ada yang peduli dan gak ada yang nyariin, sebagai manusia sosial (media) biasa, akhirnya gue gak tahan dong buat gak buka instagram, yang akhirnya membuat gue kembali mengaktifkan semua social media, dan ngeliat seberapa banyak orang-orang nyariin gue.

Ternyata tetap gak ada yang nyariin.

Fiuuh -___-

Tapi berbekal keyakinan bahwa eksistensi gue sebagai manusia tidak digantungkan pada sosial media dunia maya, gue pun gak ambil pusing banget. Toh semuanya sudah kembali baik-baik saja dan semua orang sudah bahagia-bahagia saja wahahaha *ketawa getir *sudah move on *tapi masih skripsi *ya Allah.

Btw, gue mau nulis soal tempat makan baru di sekitar Universitas Riau, kampus Panam. Sebenarnya gue merasa selalu ada tempat makan baru terus di sekitaran kampus gue, berhubung sekarang ini era-eranya café-café unyu nan fotoable dan upload-able bisa berada dimana-mana. Kali ini gue bahas café yang gue kunjungi beberapa waktu yang lalu: Galeh House. Berada di Jalan Balam Sakti, sekitar 300-an meter dari arah jalan Soebrantas, masih sejajaran sama pagar samping RSJ Tampan.

Sunday, October 16, 2016

Setelah mencari ke seluruh sudut kamar.. .


:3

Sarapan uyelalala di Minggu pagi. Mengumpulkan semua yang tersisa di kamar kos. Alhamdulillahirrabil'alamin 😂😂

In frame: teh manis panas, roti marie kepingan kepingan terakhir, coklat collata potongan terakhir, dan madu TJ cap agnesmonica *loh  😂

Ini sarapanku, mana sarapanmu?

Friday, October 14, 2016

Cerita Cinta (Mash Up Song, Kahitna) oleh Prawita Mutia

Cerita Cinta (Mash Up Song, Kahitna)


kadang ingin aku bertemu      // Cinta Sudah Lewat
membagi waktu yang terlalui
sukar kusadari
ku tak boleh mengingini

walau mentari terbit di utara // Cantik
hatiku hanya untukmu

tanpamu. cinta tak berarti // Cinta Sudah Lewat
cinta sudah lewat
tak kukira kan begini
dengarkanlah. kau tetap terindah // Engga Ngerti
meski tak mungkin bersatu
kau selalu ada di langkahku

Wednesday, August 17, 2016

#BOTD : Breakfast of The Day╭(^▽^)╯

We don't need caption. We only need to eat them all :3

Satu kotak Ultra Milk Coklat Low Fat 250 ml, satu botol You-C1000 edisi Manchester United (Yey!) 500 ml dan satu kotak Roti Jala Kuah Santan.

Gak penting banget kan?(-_\)

Tapi berhubung gue bahagia, ini jadi penting banget.

Btw, ini salah satu cara memerdekakan diri dari tuntutan skripsi. Karena mengerjakan skripsi butuh energi. Sebagian besar energi habis di depan laptop buat berpikir dan menganalis. Dan sebagian (besarnya) lagi energi habis buat menjawab pertanyaan 'kapan wisuda', 'mana pendamping wisuda', ataupun 'skripsi udah sampai mana'. Haha. Sampai mana? Sampai udah nyerah dan mau nikah aja rasanya.(/.\)

udah gitu aja. Selamat sarapan teman teman. Ini sarapanku, mana sarapanmu?



-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Monday, August 15, 2016

Malah 'Seperti Ini'

Setelah lama tidak ada 'kabar',
setelah constantly checking tiap hari 'tanpa hasil',
setelah sedemikian risau tanpa tahu harus 'berbuat' apa..

kabar pertama yang aku dapat malah 'seperti ini'.

Ya Allah, ke-alay-an macam apa lagi yang menimpa hamba?(/。\)



*sumpah ini iseng banget muahahaha (≧∇≦)/

-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Sunday, August 14, 2016

Karena Saya Perempuan, Oleh Karena Itu...

Suatu hari bersama partner.

Saya : "Abang ngapain lah celana pendek gini aja harus merek Rei? Celana pendek doang ini.
Dia    : "Putri itu perempuan, gak bakalan ngerti.
Saya : "Hah??" 😲



-------------------

Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Saturday, August 13, 2016

Kalau Diizinkan Peduli

Instagram caption of lolanyunyu


Kita mungkin memang tidak pernah menyilangkan jari, karena kita tidak pernah menyentuhkan jari kita satu sama lain. Kita memang tidak pernah berjanji "selalu ada karena Allah", karena yang berjanji seperti itu hanyalah aku, dan bukannya kamu. Kita tidak mungkin saling mendekap, karena memang agama kita tidak mengizinkan untuk itu.

Dan aku tidak mengharapkan janji apapun dari kamu.

Tapi jika diizinkan, sungguh itulah yang akan aku lakukan. Aku tidak peduli lagi dengan tetek bengek hidupmu yang Masya Allah sekali, sulit dimengerti.  Aku tidak peduli lagi seperti apa lawakan yang bisa membuatmu tertawa. Aku tidak peduli lagi jika kamu tiba tiba canggung atau cenderung sarkas, atau menganggapku tidak ada. Aku tidak peduli. Tidak ada bedanya bagiku. Tapi aku tetap tak bisa berhenti peduli saat kamu sedang kesulitan, tidak bisa mencegah diri untuk tetap peduli saat kamu sakit, tidak bisa pura-pura tidak tahu saat sesuatu yang buruk terjadi padamu.

Aku mungkin tidak peduli lagi apapun yang membuatmu bahagia, karena kamu bisa mencarinya pada semua orang, semua gaya hidup, semua tempat. Maka kamu tidak membutuhkannya dariku, begitu pula aku yang cara berbahagianya beda darimu, maka aku tidak perlu mencarinya darimu. Dan aku benar-benar baik baik saja dengan kondisi seperti ini.

Tapi aku tidak bisa berhenti peduli jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Entah bagaimana tangan akan menggapai, entah bagaimana doa akan sampai, entah bagaimana usaha menolongmu bisa tercapai.

Kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu, dan jika memang diizinkan peduli, sungguh itu yang ingin aku lakukan.

***

Which one: this is fiction or no?


-------------------
Ps: tulisan ini ditulis sebagai penawar letih saat mengerjakan skripsi. Bisa juga disebut sebagai 'pengalihan isu' :D

Friday, February 26, 2016

Pada Kopi

pada kopi yang tak pernah sanggup aku hirup
aku tumpahkan segala kepahitan akan
ketidaktahuan perasaan yang berdenyut-denyut mengerikan

lalu aku tanyakan padanya,

wahai kopi, mengapa engkau sudi
menjadi kepahitan yang dihirup oleh semua orang

tidakkah engkau malu?

Gelas itu mendekat dan berbisik

halus sekali

ini bukan perkara sudi atau tidak sudi, wahai anak gadis!
manusia yang justru candu berpahit-pahit hidup
sedangkan gula berlinang-linang di lidah ia butakan seolah-olah tak pernah merasa, seolah-olah tak pernah sengaja.

atas linangan gula yang engkau butakan, tidakkah engkau merasa malu?

atau hirup saja kopimu untuk merayakan
rasa malumu yang tak
pernah mau tahu menahu

Tuesday, December 29, 2015

Mengupayakan kebahagiaan orang-orang di sekitarmu tidak akan terasa konyol, kalau kamu tahu fokus. Fokus pada alasanmu melakukannya. Masih Allah-kah alasanmu?

*nampar diri sendiri


Monday, December 28, 2015

menjadi orang yang paling terakhir tahu dan mengetahuinya dari orang lain pula, itu rasanya...

rasanya gapapa sih. ternyata.
semoga gapapa.

Tuesday, December 22, 2015

Masih Di Simulasi Sidang : Hati Yang Baik



Masih di simulasi sidang dimana saya dan Indra menjadi MOT-nya. Di akhir simulasi saya bicara begini pada Indra.

“Ndra. Harusnya aku dari dulu berbesar hati untuk menerima orang-orang di sekitar aku, orang-orang yang bekerja sama dengan aku. Harusnya aku berbesar hati mau mengakui kesalahan sendiri, yang tidak bisa menerima mereka ini. Tapi udah telat kali rasanya aku mau berbesar hati. Harusnya bagaimanapun sikap mereka, aku harus maklum kan? Mereka kan juga gak sengaja bermaksud begitu.”

Lantas Indra yang (sok) bijak ini bilang,

“Pea, hati yang baik salah satunya hati yang mau memaafkan. Pea maafkan saja mereka, pea maafkan juga diri pea sendiri. Kan pada dasarnya gak ada yang berniat saling menyakiti disini. Cuma memang sudah begini adanya keadaan yang ada”

Sunday, December 13, 2015

Hello (Adele)-Life should to going on, rite? So do I

 Hello- Adele

Hello, it's me
I was wondering if after all these years you'd like to meet
To go over everything
They say that time's supposed to heal
But I ain't done much healing

Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
There's such a difference between us
And a million miles

Saturday, November 21, 2015

Agar Kita Sama-Sama Bahagia



Apakah manusia lain harus mengerti alasan seseorang dalam mengambil keputusan? Saya tidak tahu persis. Hal-hal seperti ini kondisonal sekali, kan? Kadang kita butuh mendengar pendapat dari orang lain, sekalipun pendapat-pendapat tersebut tidak akan mengubah keputusan akhir kita. Saking kukuhnya, atau saking bebalnya. Kadang ada juga orang yang (sebenarnya) tidak ingin mendengar pendapat orang lain, namun saat terdengar bisa saja langsung memengaruhi keputusan yang diambilnya. Saking toleran-nya, atau saking linglungnya.

Saya tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas, sejak saya kuliah saya sudah meminta dan membujuk diri saya untuk terima saja dengan apapun yang terjadi. Berjanji akan mengikuti arus kemanapun Tuhan mengarahkan. Berjanji tidak meminta hal-hal yang tidak realistis. Tidak bersikeras hati lagi. Tidak akan macam-macam dengan cita-cita dan masa depan. Apa yang dikasih, udah, terima. Pasti itu yang terbaik. Terbalik dengan masa muda saya yang penuh upaya dan harapan akan cita-cita yang cerah. Saya yang sekarang bukannya tidak bersemangat, malah sekarang jauh lebih besar upayanya untuk semangat. Hanya saja sekarang sudah sedikit lebih nrimo. Sedikit aja sih. Ujiankah? Atau hukuman? Kalau sekarang, saya tidak tahu ujian atau hukuman (lagi) dari Tuhan, saya merasa dikembalikan menjadi anak usia 14 tahun yang tidak realistis. And full of drama. And seriously, it has really fed me up.

Thursday, November 19, 2015

random


Assalamuallaikum, rindu.
Tadi temanku baru saja membaca puisi—atau doa lebih tepatnya—yang kubuat untukmu. Mungkin kamu belum baca, tapi tidak apa. Tidak perlu sampai padamu, yang penting sampai ke Tuhan. Dan Tuhan sampaikan padamu dalam bentuk pengabulan.

Tapi melihat reaksi teman saya yang biasa saja, barangkali kamu yang seleranya lebih tinggi akan menganggapnya jauh lebih biasa. Atau bahkan murahan.

Ih, murahan.

Sunday, April 19, 2015

Ombak

Oh ombak, jika sekarang  kau ingin tenggelamkan aku, tenggelamkan saja aku. Hingga ke depannya semua ombak hanya akan terasa seperti riak-riak jenaka.

Dan besok, riak ‘sebesar’ apapun tak akan mampu menenggelamkanku (lagi).

Thursday, March 12, 2015


mungkin lebih baik begini. jauh. tapi (menganggap) saling mencintai. daripada bersama, tapi tidak menjadi apa-apa.


Thursday, January 29, 2015

Brace Your Self For My Super Late Posts!



Setelah gue bongkar-bongkar ternyata banyak banget draf postingan blog yang belum dipublish. Ada yang udah lama banget. Sampai-sampai pas gue buka folder, laba-labanya pada lari-larian. Baik itu di draf blogger, atau di folder laptop. Baik itu tulisan mentah atau ide awal yang dicatat dulu biar gak lupa, sampai yang udah siap untuk dipublish. Persoalannya mungkin pada saat itu gue gak sempat mempublish lagi, entah karena waktu dan deadline serba mepet, atau jaringan internet yang kurang memadai atau niat nulis yang tertunda karena banyak hal. Semoga aja bukan karena malas ya .-.

Sedikit Tentang Penghujung Semester Lima



Alhamdulillah. IP gue gak seburuk yang gue bayangkan. Masih sangat-sangat pantas untuk disyukuri mengingat betapa seringnya gue jadi zombie semester ini. Gak tidur, gak makan, tugasnya kejar-kejaran. Turun sih sedikit. Tapi gue masih kecewa kenapa turunnya justru karena dua mata kuliah kesayangan ini? Dengan dosen yang cerdas ini? Dosen yang sama untuk dua mata kuliah yang selalu bersemangat gue ikuti kelasnya.

Tuesday, January 20, 2015

Besok (mungkin) Pulang \(´▽`)/



Akhirnya…

Gue kira gue gak bakal bisa pulang ke Sumbar dan bakal mati lumutan di kos. Jadi berasa gue yang jadi ibuk kosnya karena betah banget ditinggal sendiri oleh penghuni kos lainnya. Udah biasa denggan kesendirian sih *gak bangga, tapi kalo kayak gini kan bikin males juga. Harusnya gue udah bisa pulang setelah ujian Metode Penelitian hari Senin minggu lalu. Tapi karena ada pelatihan SPSS hari Sabtu di minggu yang sama, maka berbesar hati lah gue untuk menunggu. Makanya kamu gak usah ragu sama aku. Untuk pelatihan SPSS aja aku mau menunggu kok. Apalagi untuk kamuuu :3

Wednesday, December 31, 2014

Sedikit Cerita Tentang UAS dan Malam Tahun Baru di Rumah




     
Apalagi yang kurang dari musim liburan akhir tahun ini? Sekarang sedang libur panjang minggu tenang sekaligus libur Natal sekaligus libur Tahun Baru. Hampir dua minggu lebih. Satu-satunya alasan gue untuk tidak pulang ke Sumatera Barat adalah gue harus belajar habis-habisan untuk persiapan UAS yang paling bikin hati gue cenat-cenut ini. Apalagi beberapa mata kuliah dirasa cukup berat dan butuh persiapan lebih. Akhirnya gue pasang niat untuk menahan rindu ini sedikit lebih lama. Aih matee. Gue pun belajar sampai gak ngenalin diri sendiri lagi. Kalo belajarnya pasang niat ala samurai gini, gue berasa belajar kayak jaman SMA dulu :’) Masih rajin SMA sih. Ini aja masih banyak malasnya -..-