Showing posts with label wish. Show all posts
Showing posts with label wish. Show all posts

Friday, April 7, 2017

Galeh House: Alternatif Games Cafe Seputaran Kampus UR



Gila udah lama banget gue gak ngapdet blog.

Kayaknya gue kemaren kelamaan move on dan sekarang kelamaan revisi skripisi sehingga keliatannya kayak lagi sok-sok an mengisolasi diri dari dunia wahahaha. Baik itu dunia nyata maupun dunia maya -___- Tapi berhubung pada waktu itu gak ada yang peduli dan gak ada yang nyariin, sebagai manusia sosial (media) biasa, akhirnya gue gak tahan dong buat gak buka instagram, yang akhirnya membuat gue kembali mengaktifkan semua social media, dan ngeliat seberapa banyak orang-orang nyariin gue.

Ternyata tetap gak ada yang nyariin.

Fiuuh -___-

Tapi berbekal keyakinan bahwa eksistensi gue sebagai manusia tidak digantungkan pada sosial media dunia maya, gue pun gak ambil pusing banget. Toh semuanya sudah kembali baik-baik saja dan semua orang sudah bahagia-bahagia saja wahahaha *ketawa getir *sudah move on *tapi masih skripsi *ya Allah.

Btw, gue mau nulis soal tempat makan baru di sekitar Universitas Riau, kampus Panam. Sebenarnya gue merasa selalu ada tempat makan baru terus di sekitaran kampus gue, berhubung sekarang ini era-eranya café-café unyu nan fotoable dan upload-able bisa berada dimana-mana. Kali ini gue bahas café yang gue kunjungi beberapa waktu yang lalu: Galeh House. Berada di Jalan Balam Sakti, sekitar 300-an meter dari arah jalan Soebrantas, masih sejajaran sama pagar samping RSJ Tampan.

Wednesday, October 19, 2016

"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang di dalam hatimu..." (QS. Al-Isra : 25)

Genggam kuat-kuat keyakinan kita akan Allah di hati kita, pe. Gapapa. Ada Allah bersama kita. Ada Allah dalam setiap perjuangan kita. Ada Allah yang akan melihat bagaimana setiap harinya kita bergerak, kita maju, kita mencoba menyembuhkan. Ada Allah yang mengerti apapun yang tak bisa kita terjemahkan dalam hati kita, yang mendengarkan sekalipun dalam setiap simpuhan sepi, tidak lagi kata-kata yang bisa keluar, tidak ada lagi yang mampu diucapkan selain 'Allah...'.

Masih ada Allah bahkan di saat seluruh dunia tak lagi sudi menghiraukan keberadaan kita. 

Biarlah di mata manusia buruk dan hina kita, tapi di hadapan Allah, Allah sudah melihat seberapa besar kita berjuang mengusahakan yang terbaik yang kita bisa. Sekalipun dengan hanya satu senyuman, satu sapaan, satu tindakan, satu titik air mata yang ditahan, ataupun sepatah doa yang diucapkan berulang-ulang, latah, tak bosan-bosan.

Biarlah macam manusia yang salahnya tak termaafkan di hadapan dunia, tapi di mata Allah, Allah sudah mengetahui seberapa memohonnya kita atas setiap ampunan untuk setiap dosa dan kesalahan yang kita perbuat.

Ada Allah, pe. Dan cukupkanlah Allah saja dalam hatimu. 

Thursday, January 21, 2016

13.000 Pageviews of Journal Pea!!


Oomaygat. Gue gak nyangka, putri kecil kesayangan gue bisa bertahan ‘sejauh’ ini. Yah gak jauh-jauh amat sih. Cuma 13000 pageviews kok hehe. Blogger lain malah ada baru berapa bulan aja udah ratusan ribu pageviewsnya. Ini baru 13.000, dimana 10.000 diantaranya mungkin gue sendiri yang kunjungin. Biar sarang laba-labanya gak makin banyak karena jarang dikunjungi orang ahahaha. Apapun itu, gue pun tetap bahagia dengan ‘jauhnya’ pencapaian dari Journal Pea alias si Jo kesayangan gue ini. Umurnya udah hampir empat tahun. Sekarang lagi lucu-lucunya, udah pinter jalan (sama seseorang), udah pinter ngomong (soal hati), udah pinter membaca (perasaan) hahaha. Kalau Journal Pea beneran anak orang, udah waktunya didaftarin ke sekolah kali ya hahaha.

Tuesday, January 12, 2016

Cerita KKN: Manggung



Penampilan pembuka untuk LDK di MTS Nurul Iman, Kemuning Muda, Riau

Hahaha ini foto pas gue ‘manggung’ pertama kali setelah sekian tahun sejak kuliah gue gak pernah lagi nyentuh aktifitas musik dan tidak pernah bernyanyi lagi… kecuali di kamar mandi. Kecuali di acara-acara kampus yang microphone-nya gue bajak saat semua orang istirahat.

Lagu yang kami bawakan pada saat itu adalah Curi-Curi Pandang sambil berjalan masuk ke aula. Kemudian lagu Laskar Pelangi (Nidji) dan Jangan Menyerah (D'masiv). Suasana jadi haru dan heart melting setelah itu. Habis gue nyanyi, sepulang sekolah ada anak kelas delapan yang ngasih bunga entah apa kayaknya dicabut sembarangan di sekitar sekolah mereka yang memang banyak semak-semaknya =..= Bodo amat sama bentuk bunganya, yang penting apresiasinya :3 Berasa banyak fans. Atau jangan-jangan mereka fans-nya Hafiz yang ganteng dan Sandres yang petikan gitarnya yang membuat orang merasa aw-maybe-I’m-falling-in-love?

Parahnya, kayaknya mereka lebih banyak ngefans ke Afdal yang justru malah gak ngapa-ngapain. Walah. Nyanyi aja dia gak pernah.

“Kenapa gak ngefans sama Bang Hafiz aja? Kan gantengan Bang Hafiz” gue rada provokatif.
“Bang Afdal pendiam kak” kata mereka. Hahahaha. Gue ketawa, terus nyahut dalam hati. Belum pernah dibangke-bangke-in sih kalian.
 “Tapi Bang Agi juga lucu kak. Ganteng juga. Suara Bang Agi juga bagus”
“Abang Frans sama Bang Jep juga baik”
“Tapi kalau di rumah, aku suka diajarin sama Bang Rizki”
“Bang Ricko kenapa gak pernah keliatan, Kak?”
*Celotehan puber anak-anak SMP yang pada baper sama abang-abang KKN.

Memang dah anak-anak SMP jaman sekarang =..=


Oya, lanjut soal nyanyi.

Terharu banget ketika gue disuruh nyanyi saat itu. Rasanya udah lama gak bisa kayak beginian. Kalaulah bukan karena Bang Jefri yang pertama kali bilang suara gue ‘bagus’ saat gue lagi masak di dapur, kemudian didukung oleh Agi dengan bilang hal yang sama,

kalaulah bukan karena Rizki dan Sandres yang sabar mencarikan patokan nada untuk suara gue yang gak jelas nadanya ada dimana,

kalaulah bukan kerena Hafiz, Dian dan Oktri yang jadi partner gue nyanyi dan ‘latihan vocal’ dimana suara mereka juga pada bagus banget, dan mereka juga ikut mendukung untuk gue nyanyi

kalaulah bukan karena Afdal yang memasukkan gue ke tim yang akan ‘manggung’ saat LDK untuk anak-anak MTS,

mungkin gue masih tetap gak percaya diri (lagi) buat nyanyi. Seriously. Gue sempet diolok-olok abis sama bang Joni dan Bang Rian ketika gue gak sengaja nyanyi dengan serius. Mereka berlagak juri yag lagi liat peserta audisi. “Kalau aku sih YES aja. Untuk lagu kematian kayaknya cocok yaa” atau sempat dibilangin, “Pea ikut aubade enam tahun? Aku gak pernah loh mendengar suara Pea sebagai suara yang bagus untuk nyanyi. Nyanyi aja banyak alaynya”. Paling parah, “Udahlah Pea jangan nyanyi lagi. Geli aku dengarnya”.  Ini serius paling ngenak banget. Setelah itu, selain untuk seru-seruan alay gak jelas, gue gak mau lagi nyanyi baik-baik depan umum.

Becanda sih ngomongnya. Tapi tetap mati karakter dah gue dibuatnya.


Dokumentasi seadanya dengan gadget seadanya -..- Muka gue kok kayaknya susah banget -..-


Gue tau ketika mereka bilang, “Nanti kalau kita udah balik ke Pekanbaru, expo di fakultas manapun, kita harus manggung yaa. Janji yaa?”, kemungkinan besar sulit tercapai karena kami akan kembali pada kesibukan masing-masing.  Tapi itu sudah cukup membuat gue merasa bisa dipercaya untuk nyanyi. Sekalipun Sandres bilang, kalau mau mencari nada untuk Pea di piano, maka nada untuk Pea dicari dari tuts hitam. Atau lebih baik gak diiringi alat musik, katanya. Good listening, but weird. Bodo amat. Gue sudah sangat-sangat-sangat bersyukur bisa nyanyi dan latihan sama mereka.

It’s not about being good when you’re singing, it’s about being good listened by some people. *And it’s really enough (for my level haha)

Latihan lagi di kantin menjelang 'manggung' :D

Btw soal KKN, sebenarnya dari kemaren-kemaren gue udah pengen posting banyak hal tentang KKN. Beberapa ada yang udah gue jadiin draft. Entah itu tentang anak-anak desanya, kejadian-kejadian lucu dan gak masuk akal di posko (alias rumah KKN-nya), menu masakannya, lagu-lagunya, 17 agustusannya, bakar ayam ‘ala tentara’ tengah malam, ulang tahun Frans, drama kumbara gue menjelang bikin LPJ (gue sekretaris. Bangke memang). Namun berhubung gue mengalami baper yang cukup mendalam saat meninggalkan desa, gue rasa gue butuh menata hati terlebih dahulu sampai akhirnya gue bisa nulis dan posting hal ini dengan hati yang ringan*halah.­­­­

So untuk sementara ini dulu. Nanti kalau ada yang lain, gue posting lagi. See you! Chao :D

Let’s forget our area codes
The way we speak
Or how we wear our clothes
It doesn’t matter to me
Just like a song
Music knows no boundaries
No colouring books or family trees
So won’t you sing along

(Oreo-Sing with Me feat Zee Avi, GAC, Up Dharma Down)

Tuesday, January 5, 2016

Ternyata...

Ternyata waktu, prioritas, kesibukan dan kedewasaan bisa mengambil banyak hal yang kita miliki. Termasuk teman-teman kita. Termasuk orang-orang kesayangan kita. Termasuk juga diri kita sendiri.
Tapi apapun yang kita pilih sekarang, seberbeda apapun jalan yang kita ambil, semoga baik aku maupun kamu selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kesehatan serta hati yang tenang. Suatu hari akan ada saatnya kita untuk 'reuni', ketika kita bisa menjadi 'kita' yang lama, ketika menjadi 'kita' yang dirindukan.

Berbahagialah dan tetaplah sehat.


Salam,
(yang selalu sayang padamu)
 
 

Friday, January 1, 2016

Old Files

hei, you !


not too special, but still lovable. I mean, you!

awan-awan yang berpulang ke barat



meranggas dari atas



Universitas Riau, Pekanbaru. 06.22 PM
Mei 27, 2013


Saturday, December 26, 2015

Apa Kabar? Aku Baik-Baik Saja :))


 

Kata-kata diatas saya temukan di tumblr-nya Mbak Prawita Mutia. Kalau Mbak Prawita Mutia alias Mbak Uti (begitu panggilannya, sama kayak aku :3) ini nanya ke aku pertanyaan yang sama, mungkin aku jawab, kayaknya gak kepikiran sampai kesana deh.

Yaelah trus kenapa postingan ini sampai ada? =..=

Saya memang gak kepikiran untuk menghindari sapaan “Apa kabar?” demi tidak berbohong dengan menjawab baik-baik saja. Tapi yang paling saya ingat adalah—dulu—pada keadaan-keadaan tertentu yang bisa dikatakan keadaan yang tidak baik, saya memang tidak bisa ditanya-tanya apalagi didesak dengan pertanyaan semacam: “Ada apa?” atau “Kamu kenapa?” Wuah, bisa-bisa langsung meledak saya. Jika sekali saja ditanya, apalagi dengan didesak-desak, maka makin kuat dorongan saya untuk merasa lemah, lantas tak terbendunglah hujan dan  badai air mata yang merepotkan saya hari itu. Juga merepotkan bagi yang ‘sial’ bertanya. Padahal kalau tidak ditanya, saya masih akan tetap baik-baik saja. Masih bisa tertawa, masih bisa makan, masih bisa belajar, bikin tugas, jalan-jalan. Masih bisa bersikap layaknya orang normal, sejauh tidak ada yang menanyakan pertanyaan sensitif tadi. Karena toh kita semua bertanggung jawab untuk bersikap normal dan biasa-biasa saja pada orang-orang di sekitar kita, sekalipun gemuruh dan badai sedang mengacaukan hati kita di saat yang sama. Ya ampun, kayak alay tersakiti aja =..=

Tuesday, December 22, 2015

Masih Di Simulasi Sidang : Hati Yang Baik



Masih di simulasi sidang dimana saya dan Indra menjadi MOT-nya. Di akhir simulasi saya bicara begini pada Indra.

“Ndra. Harusnya aku dari dulu berbesar hati untuk menerima orang-orang di sekitar aku, orang-orang yang bekerja sama dengan aku. Harusnya aku berbesar hati mau mengakui kesalahan sendiri, yang tidak bisa menerima mereka ini. Tapi udah telat kali rasanya aku mau berbesar hati. Harusnya bagaimanapun sikap mereka, aku harus maklum kan? Mereka kan juga gak sengaja bermaksud begitu.”

Lantas Indra yang (sok) bijak ini bilang,

“Pea, hati yang baik salah satunya hati yang mau memaafkan. Pea maafkan saja mereka, pea maafkan juga diri pea sendiri. Kan pada dasarnya gak ada yang berniat saling menyakiti disini. Cuma memang sudah begini adanya keadaan yang ada”

Tuesday, December 15, 2015

Kepercayaan yang Besar

Allah akan menitipkan masalah ataupun ujian pada yang Dia percayai saja kan? Yang Dia percayai untuk dapat lebih dekat dengan-Nya dengan menjadi kuat bersama ujian yang diberikan padanya

Semangat buat kita yang sedang diberi kepercayaan yang besar. Bersama kepercayaan yang besar juga dititipkan kekuatan yang besar. Insya Allah. Amin :)

Sunday, December 13, 2015

Hello (Adele)-Life should to going on, rite? So do I

 Hello- Adele

Hello, it's me
I was wondering if after all these years you'd like to meet
To go over everything
They say that time's supposed to heal
But I ain't done much healing

Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
There's such a difference between us
And a million miles

Monday, December 7, 2015

WIN (by Silvany Dewita)


Aniiii.. aniiiiiii. I don't know how much I should say thank's to you. Maybe we have same feeling about everything that happened last years. Maybe same feeling, but different level. I think you're the higher than me. Insya Allah. Today I'm feeling so down, like there is no confident, wanna give up after my-every-trial-and-error. But the right time always comes for the right moment. I'm reading your post at the right time, when I just arrive at my room then desperately crying. My fingers typing something on search engineering, take me to your page without I realize. Then I realize something when I read WIN, that post exactly describe what I'm feeling and what I have to feeling after. The moment when I realize what I'm feeling and I'm thinking is supported by you, that's kinda of 'WIN' too for me. Thankyou thankyou thankyou so much, Ani. Maybe you write something for reminding yourself, but just for you know, (maybe) there is so many people who feeling better after read this post. Insya Allah, and it will be reward (pahala) too for you. May Allah blessing you as always :))

Keep spirit!
Stand again, no matter how bad life treat you.

(I know Any, or Silvany Dewita since I was senior high school. We were graduated of SMAN 10 Padang. She was  X.7 and I was X.5. Now she is student of Enviromental Engineering program, ITB, West Java)


Saturday, November 21, 2015

Agar Kita Sama-Sama Bahagia



Apakah manusia lain harus mengerti alasan seseorang dalam mengambil keputusan? Saya tidak tahu persis. Hal-hal seperti ini kondisonal sekali, kan? Kadang kita butuh mendengar pendapat dari orang lain, sekalipun pendapat-pendapat tersebut tidak akan mengubah keputusan akhir kita. Saking kukuhnya, atau saking bebalnya. Kadang ada juga orang yang (sebenarnya) tidak ingin mendengar pendapat orang lain, namun saat terdengar bisa saja langsung memengaruhi keputusan yang diambilnya. Saking toleran-nya, atau saking linglungnya.

Saya tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas, sejak saya kuliah saya sudah meminta dan membujuk diri saya untuk terima saja dengan apapun yang terjadi. Berjanji akan mengikuti arus kemanapun Tuhan mengarahkan. Berjanji tidak meminta hal-hal yang tidak realistis. Tidak bersikeras hati lagi. Tidak akan macam-macam dengan cita-cita dan masa depan. Apa yang dikasih, udah, terima. Pasti itu yang terbaik. Terbalik dengan masa muda saya yang penuh upaya dan harapan akan cita-cita yang cerah. Saya yang sekarang bukannya tidak bersemangat, malah sekarang jauh lebih besar upayanya untuk semangat. Hanya saja sekarang sudah sedikit lebih nrimo. Sedikit aja sih. Ujiankah? Atau hukuman? Kalau sekarang, saya tidak tahu ujian atau hukuman (lagi) dari Tuhan, saya merasa dikembalikan menjadi anak usia 14 tahun yang tidak realistis. And full of drama. And seriously, it has really fed me up.

Thursday, November 12, 2015

Sekali Lagi


Karena barangkali kita belum pernah bertemu
Lantas bolehkah aku bertanya
Siapakah dirimu?

Kepada angin yang menjatuhkan daun kau kutanyai
Kepada asap yang menyelimuti kotaku, barangkali kau tersembunyi
Kepada hujan oktober kau selalu aku rindui

Lantas siapakah dirimu?


Dalam rangkaian kata dan sela-sela huruf kau kucari
Dan di dalam doaku pada Tuhan, semoga kau dapat kutemui
Tidak harus sekarang
Boleh jadi nanti
Saat semuanya terang dan kesabaran kita akan menang
Berharap jarak lah yang akan menjaga kita
Dan waktu lah yang menjawab seberapa jauh kekuatan kita

Wednesday, June 24, 2015

Hello June!




I know it's too late to say hello, when actually it's almost have to say goodbye. But I still wanna greet this June, make a wish that we can meet again next year, with great and healthy condition, and feel the warm of summer together. Or celebrate the rain together, if they come to us. Happy June!


picture taken by: ospaoun