Showing posts with label LagiGalau. Show all posts
Showing posts with label LagiGalau. Show all posts

Thursday, October 23, 2014

need to be needed



Ternyata penting sekali merasa berguna. Beberapa waktu yang lalu untuk hal yang bagi saya penting, saya merasa sudah banyak mengorbankan hal penting lainnya, mengerjakan pekerjaan di luar kebiasaan, mencoba memberikan semua waktu, pikiran, dan tenaga yang saya mampu.  Tapi melihat orang lain ternyata mengorbankan berkali-kali lipat jauh lebih besar dari pada yang saya berikan, mengerjakan pekerjaan yang jauh lebih berat daripada yang saya kerjakan, tiba-tiba saya merasa apa yang sudah saya berikan menjadi  tidak ada apa-apanya. Saya awalnya tidak mau berkecil hati, karena ini bisa menjadi motivasi bagi saya untuk bisa lebih baik lagi daripada mereka, bisa total, bisa optimal, bisa all out semuanya. Tidak usahlah lebih baik, paling tidak samalah kita. Tapi mengetahui setelah untuk apa yang bisa saya berikan, ternyata saya hanya dianggap tak lebih dari sekadar—orang—yang—berlalu—lalang, saya bukan hanya merasa percuma, bukan hanya merasa apa yang saya kerjakan tidak ada apa-apanya, tapi malah merasa tidak berguna.

Wednesday, July 16, 2014

The One That Got Away


Summer after high school when we first met
We made out in your Mustang to Radiohead
And on my 18th birthday we got matching tattoos
Used to steal your parents' liquor and climb to the roof
Talk about our future like we had a clue
Never planned that one day I'd be losing you


In another life I would be your girl
We keep all OUR promises, BE US against the world
And in other life I would make you stay
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away!


I was June and you were my Johnny Cash
Never one without the other, we made a pact
Sometimes when I miss you, I put those records on, (whoa)
Someone said you had your tattoo removed
Saw you downtown singing the blues
It's time to face the music, I'm no longer your muse


In another life I would be your girl
We keep all our promises, be us against the world
And in another life, I would make you stay
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-one
The o-o-o-o-one
The o-o-o-o-one
The one that got away


All this money can't buy me a time machine, (Nooooo)
Can't replace you with a million rings, (Nooooo)
I should've told you what you meant to me, (whoa)
'Cause now I pay the price


In another life I would be your girl
We keep all our promises, be us against the world
And in another life, I would make you stay
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away
The o-o-o-o-one
The o-o-o-o-one
The o-o-o-o-one


And in another life I would make you stay
So I don't have to say you were the one that got away
The one that got away!


But, what if the one that got away is (just) me?

Sunday, March 2, 2014

Dek Masih Nio Bakawan, Makonyo Awak Manjauah


      


“Dek masih nio bakawan, makonyo awak manjauah, makonyo awak jago jarak”

Ini gue tulis dalam bahasa Minang (Padang) yang artinya kira-kira begini:

 “Karena  aku ingin tetap berteman denganmu, oleh karena itu aku  menjauh, aku jaga jarak…


Gak persis begitu sih artinya. Karena gaya bahasa daerah kalau diartikan ke bahasa Indonesia malah akan terdengar lebih kering dan berkurang maknanya. Jadi kalau ingin mengerti suatu bahasa daerah adalah dengan mempelajari budayanya, gaya bahasanya, norma dan nilai dalam bahasa daerah tersebut. Menerjemahkan satu kata per satu kata ke dalam bahasa Indonesia sih boleh, tapi gue rasa kurang efektif. Gak ngena gitu makna kalimatnya. Makanya gue suka malas banget kalau ada yang nanya arti lagu Minang ke gue. Gue bisa mengartikan kata per kata, tapi gue gak bisa menerjemahkan gaya bahasa dan idiom Minang secara tepat ke dalam bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Minang lirik (atau suatu perumpamaan) bisa indah dan kuat maknanya, setelah diartikan ke Indonesia malah jadi “ini—kalimat—apa—banget—deh”.

***

Terlepas dari masalah terjemahan bahasa, gue lagi gak—tau—ini—kenapa—sebabnya. Gue gak bisa menjelaskan secara detail duduk permasalahnnya. Karena akan terlihat jelas siapa atau apa yang gue bicarakan. Dan gue gak mau menyinggung ataupun melukai hati siapapun dengan tulisan gue. Tapi paling tidak gue ingin berbagi apa yang gue rasa sekarang, karena gue harap dengan menulis, beban yang gue rasa bisa sedikit terlepas.

Well ini tentang seorang teman. Gak usah lo tanya dia cewek atau cowok. Karena kalau udah anggap temen, it’s gotta be universal ‘treat’, nyaris gak ada perbedaan perlakuan gue dengan mereka yang cewek atau cowok. Kecuali yang sifatnya fisik tentu saja.

Sehubungan dengan quote tadi, pernah gak sih ngerasa, terkadang untuk menjaga sesuatu agar tetap tinggal di sisi kita, maka yang kita lakukan adalah melepaskannya. Maka itulah yang gue lakukan sekarang. Untuk tetap dekat dengan dia, untuk tidak kehilangan dia, maka gue harus jaga jarak dan menjauh pada batas yang sewajarnya. Gue gak mau dia yang menjauh dari gue, jadi ada baiknya ada gue ambil langkah terlebih dahulu. Gue lah yang menjauh dan menjaga jarak.