Wednesday, June 25, 2014

Masih Tetap Belajar Namanya, kan?


Harusnya saya belajar sekarang. Tapi saya juga harus menulis. Maka baiklah.

Saya yakin bahwa apa yang saya pilih dan saya jalani sekarang adalah atas dasar Allah yang menuntun serta mengarahkan. Tugas saya adalah menjalani dan merasakan. Selebihnya ikhlaskan semuanya hanya karena Allah. Cukup hanya karena Allah.

Sekarang saya dihadapkan pada kondisi yang sulit.

Sajak Bagaimana #2

Bagaimana aku bisa mencintai bulan
Sedangkan di saat yang sama aku membenci malam

Bagaimana aku akan mencintai petir
Sedangkan di saat yang sama aku membenci hujan

Dan bagaimana boleh aku mencintai pantai
Padahal aku tidak ingin mendengarkan suara ombak

Ini bukan soal membenci bagian dari dirimu.
Aku hanya membenci kondisi-kondisi yang terjadi
saat aku mencintaimu.

Thursday, May 29, 2014

Long Time No Post-Kemana Aja, Pe?

Oke oke. Gue udah lama banget gak posting apa-apa. Dan gue paham banget kalo orang-orang jadi pada kangen. Kata nyokap sih, gue orangnya memang ngangenin. Yaaa namanya orang tua yang ngomong, gue sih percaya-percaya aja :3

Bunda            :    “Putri kapan pulang, nak?”
Pea                :    “Akhir Juni baru siap ujiannya, Nda. Ada apa Nda?”
Bunda            :     “Bunda… kangen…”

Hening…
Langsung lari-lari di bawah hujan…

Terlepas dari persoalan kangen-kangenan, gue minta maaf ketidak-konsisten-an gue dalam mengelola blog. Walaupun gue gak tau  kenapa musti minta maaf padahal ini kan blog pribadi gue -__- siapa tau memang ada yang nunggu-nunggu tulisan gue kan? Siapa tau dia yang disana mau tau keadaan gue lewat blog kan? Siapa taauuuu…

Wednesday, April 16, 2014

Menolak / Berkata TIDAK: Bukan Hanya Dikatakan, Tapi Ditindaklanjuti



Saya tidak tahu bagaimana saya akan menuliskannya. Beberapa hal mencemaskan saya dan membuat saya tidak nyaman.


Saya tahu, beberapa waktu lagi saya akan disalah-salahkan untuk kesalahan yang awalnya bukanlah kesalahan saya. Oh bukan, dari waktu-waktu awal sudah seperti itu. Saya lebih mencemaskan blaming selanjutnya yang bisa jadi lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Hanya saja sudah percuma, dari awal permasalahan saya membela diri juga percuma. Penjelasan pun seperti… hahaha seolah-olah akan didengar saja. Perkaranya seperti ‘hitam diatas putih’, yang dari awalnya sudah saya tolak karena tidak memungkinkan bagi saya untuk melaksanakannya. Tapi apa boleh buat. Manusia berencana, manusia lain lebih berkehendak ternyata -___- Halah tinggal diketik, di print dan jreng.. jreeengg… resmilah nama saya tertulis sebagai penyandang tanggung jawab… atau setidaknya ada sebuah nama ‘hitam diatas putih’ yang akan disalah-salahkan jika semuanya tidak berjalan lancar.