Assalamuallaikum, rindu.
Tadi temanku baru saja membaca puisi—atau doa lebih
tepatnya—yang kubuat untukmu. Mungkin kamu belum baca, tapi tidak apa. Tidak
perlu sampai padamu, yang penting sampai ke Tuhan. Dan Tuhan sampaikan padamu
dalam bentuk pengabulan.
Tapi melihat reaksi teman saya yang biasa saja, barangkali
kamu yang seleranya lebih tinggi akan menganggapnya jauh lebih biasa. Atau
bahkan murahan.
Ih, murahan.